Indonesia Bujuk Samsung dan LG Investasi di Indonesia

    Nia Deviyana - 17 Oktober 2019 09:25 WIB
    Indonesia Bujuk Samsung dan LG Investasi di Indonesia
    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
    Tangerang Selatan: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita tengah membujuk perusahaan teknologi asal Korea Selatan, yakni Samsung dan LG untuk merelokasi pabriknya dari Jepang ke Indonesia. Hal itu dikatakan Enggar usai menandatangani substansi perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

    "Samsung dan LG sedang kita bujuk supaya enggak hanya (investasi) di Vietnam saja. Tapi mereka harus diberikan satu rasa aman dalam berinvestasi," ujar Enggar di sela Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Kendati demikian, Enggar menampik jika Indonesia disebut memanfaatkan ketegangan dua negara tersebut. Menurut dia, persaingan ekonomi antar negara adalah hal yang wajar.

    "Indonesia tidak mengambil posisi atau keuntungan ketegangan dari tiap negara, sebaliknya kita menjembatani ketidaksepakatan atau konflik antar negara-negara sahabat. Namun dari sisi usaha, kalau memang mereka cari tempat lain (untuk relokasi) kenapa enggak kita tawarkan? Korea berpikir untuk relokasi dengan ketegangan yang ada, karena akan memberikan keuntungan seperti tidak ada batasan," paparnya.

    Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Yoo Myung Lee telah menandatangani substansi perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

    Rencananya, pakta dagang akan ditandatangani pada November 2019, di sela-sela the 30th ASEAN-Korea Commemorative Summit di Busan, Korea Selatan.

    "Ini perjanjian tercepat, memang sempat terhenti selama lima tahun, dimulai dari 2012. Nah, pada waktu pertemuan bilateral antara presiden Joko Widodo dengan Presiden Korea disepakati untuk dimulai kembali IK-CEPA," tutur Enggar.

    Adapun dari perjanjian dagang itu, Enggar tidak hanya menargetkan kenaikan jumlah ekspor, tetapi juga peningkatan investasi dari Korea.

    "Diperkirakan awal tahun depan (investasi) cukup signifikan menurut perhitungan kita, kita juga meyakini perdagangan kedua negara akan meningkat, tetapi kita lebih mendorong ke investasi karena mereka sangat tertarik dan kita juga membuka diri," jelasnya.

    Perundingan IK-CEPA terdiri dari enam kelompok kerja, yaitu perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan (ROOCPTF), kerja sama dan pengembangan kapasitas, serta isu hukum dan kelembagaan.

    Melalui IK-CEPA, lanjut Enggar, Indonesia akan mendapatkan akses pasar yang lebih baik untuk produk industri, perikanan, dan pertanian di pasar Korea Selatan. Di sisi lain, Indonesia akan memberikan akses pasar untuk bahan baku industri, serta memfasilitasi investasi Korea Selatan di Indonesia.

    "Hal ini diharapkan dapat mendorong nilai perdagangan kedua negara dan investasi Korea Selatan di Indonesia. Di samping itu, pada sektor perdagangan jasa, Indonesia juga berhasil mendapatkan skema khusus untuk tenaga kerja," ungkap Enggar.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, Korea Selatan merupakan negara tujuan ekspor dan sumber impor ke-6 terbesar bagi Indonesia dengan total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD18,62 miliar. Total ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar USD9,54 miliar dan total impor Indonesia dari Korea Selatan tercatat sebesar USD9,08 miliar.

    Dengan nilai tersebut, Indonesia surplus sebesar USD460 juta, yang mana komoditas ekspor andalan Indonesia ke Korea Selatan adalah batu bara, bijih tembaga, karet alam, kayu lapis, dan timah. Sementara komoditas impor utama Indonesia dari Korea Selatan adalah karet sintetis, produk baja lembaran, produk elektronik, dan kain tenun filamen sintetis.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id