PTPP Jadi Kontraktor Proyek Smelter Nikel di Sulteng

    Husen Miftahudin - 09 Agustus 2019 12:00 WIB
    PTPP Jadi Kontraktor Proyek Smelter Nikel di Sulteng
    PT PP (Persero) Tbk, menandatangani perjanjian kerja sama terkait pembangunan pabrik peleburan (nikel smelter) dengan PT Macika Mineral Industri. Foto: Istimewa
    Jakarta: Perusahaan konstruksi dan investasi, PT PP (Persero) Tbk, menandatangani perjanjian kerja sama terkait pembangunan pabrik peleburan (nikel smelter) dengan PT Macika Mineral Industri. Kerja sama itu ditandatangani oleh Kepala Divisi EPC Nurlistyo Hadi dan Direktur Utama PT Macika Mineral Industri John Hendarso.

    Dalam pembangunan proyek smelter ini, PTPP berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek. Terkait teknologi dan machinery provider, PTPP akan bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok. 

    Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat mengatakan pembangunan smelter ini akan menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF) berkapasitas 2 x 33 MVA, dengan target produksi sebesar 120 ribu ton setiap tahunnya. Kadar minimum nikel 11 persen. 

    "Proyek pembangunan smelter nikel ini berlokasi di Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2021," ujar Lukman dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019. 

    Dalam kesempatan yang sama, perseroan juga menandatangani Akta Perjanjian Usaha Patungan (PUP) dan Akta Pendirian PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak, sebagai badan usaha yang membangun dan mengelola Tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut di Semarang.  

    Perjanjian pendirian perusahaan patungan ini tindak lanjut dari perjanjian konsorsium pada 18 Agustus 2018 dan keputusan pemenang lelang dalam surat Menteri PUPR Nomor PB.02.01-Mm/1347 tanggal 17 Juli 2019. Dengan penandatanganan Akta PUP dan Akta Pendirian badan usaha ini, tahap selanjutnya adalah penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

    Dengan begitu, PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak memiliki susunan pemegang saham menjadi, Perseroan sebanyak 65%, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebanyak 25%, dan PT Misi Mulia Metrical sebanyak 10%.

    "PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak nantinya akan melaksanakan perencanaan, 
    pengembangan, pembangunan dan pengelolaan Tol Semarang-Demak," urai Lukman. 

    Tol Semarang-Demak merupakan satu dari 14 ruas tol Proyek Strategis Nasional (PSN) Perpres Nomor 56 Tahun 2018. Proyek tol sepanjang 27 kilometer yang menelan biaya investasi Rp5,6 triliun ini direncanakan berfungsi sebagai tanggul laut di pantai utara Kota Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak, sehingga dapat menanggulangi banjir dan rob Kota Semarang sekaligus mengurai kemacetan Semarang-Demak.




    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id