• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Fintech Diyakini Ciptakan Efisiensi

Suci Sedya Utami - 12 Oktober 2018 07:15 wib
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara (tengah)
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara (tengah) (Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Nusa Dua: Bank Indonesia (BI) menyebut berkembangnya teknologi keuangan atau financial technology (fintech) dalam ekonomi digital bisa memberikan berbagai manfaat. Bahkan, bisa saja memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi agar lebih baik lagi di masa mendatang.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan Asia termasuk Indonesia merupakan tempat yang ideal bagi fintech berkembang. Menurutnya hadirnya fintech mengurangi selisih dan menciptakan akses pembiayaan yang lebih baik.

"Fintech juga menciptakan efisiensi dan produktivitas secepat mungkin, semudah mungkin dan membuat biaya pelayanan bisa ditekan," kata Mirza, dalam dialog Kebijakan Tingkat Tinggi Mengenai Kerja Sama Kawasan untuk Mendukung Inovasi, Inklusi, dan Stabilitas di Asia, di Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

Mirza menambahkan di Indonesia lebih dari seperempat juta penduduknya telah tersambung dengan teknologi yang baru, serta lebih dari 50 juta UMKM tergabung dalam kegiatan e-commerce. Di sisi lain, fintech memiliki potensi risiko. Karena itu, dia mengajak para pembuat kebiajakan di Asia untuk bekerja sama dalam merespons tantangan dan risiko tersebut.

"Kita harus memitigasi risiko tersebut. Untuk mengelola potensi risiko tersebut diperlukan koordinasi yang baik," jelas Mirza.

Dalam kesempatan yang sama Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Takehiko Nakao mengatakan fintech menyebar dengan begitu cepat. Untuk itu dibutuhkan aturan guna mengawasi perkembangan tersebut.

"Kita harus mendorong lingkungan yang memungkinkan teknologinya berkembang serta memperkuat kerja sama kawasan guna membangun standar peraturan dan sistem pengawasan yang harmonis demi mencegah pencucian uang internasional, pendanaan teroris, dan kejahatan siber," pungkas dia.


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.