• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 16 AGUSTUS 2018 terkumpul RP 12.144.868.902

Dalam 1,5 Tahun, Inklusi Keuangan di Indonesia Mengalami Kemajuan

Suci Sedya Utami - 13 Februari 2018 21:17 wib
Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI)
Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Iskandar Simorangkir. Dok: Menkeu.

Jakarta: Pemerintah menargetkan peningkatan inklusi keuangan hingga 2019 mencapai 75 persen. Data terakhir pada 2014, inklusi keuangan baru sebesar 36 persen.

Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Iskandar Simorangkir mengatakan perkembangan inklusi keuangan di Indonesia mencapai kemajuan. Hal tersebut diungkapkan Iskandar dalam kunjungan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Inklusi Keuangan, Ratu Maxima, di kantor Sekretariat DNKI, di Cowell Tower, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Januari 2018.

Pria yang menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian ini mengatakan, dalam 18 bulan terakhir, Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam program inklusi keuangan.

"Semua kegiatan dan koordinasi Inklusi Keuangan selama ini ada di bawah DNKI, yang didukung oleh Sekretariat DNKI. Staf tetap yang berdedikasi telah ditugaskan untuk bekerja di Sekretariat. Dimana hal ini sesuai rekomendasi Ratu Maxima saat berkunjung ke Indonesia tahun 2016 silam. Sekarang sudah terlihat hasil pencapaiannya,@ kata Iskandar.

Dia bilang, salah satu pencapaian yang dimaksud adalah dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Inklusi Keuangan. Strategi tersebut telah membawa semua kementerian dan lembaga menuju visi bersama untuk mencapai target inklusi penduduk dewasa 75 persen di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Dirinya juga menjabarkan berbagai pencapaian dari progrem inklusi keuangan antara lain yakni pemerintah telah menerbitkan 4,2 juta sertifikat tanah pada 2017. "Saat ini satu juta bidang tanah lainnya sedang dalam proses sertifikasi," tutur Iskandar.

Pencapaian lainnya yakni melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah menjangkau enam juta keluarga termiskin pada akhir 2017. Di masa lalu, penerima bantuan menerima uang tunai. Kini mereka menerima transfer uang di rekening bank yang mereka buka tahun lalu.

"Bantuan Pangan nontunai juga telah diterima 1,2 juta keluarga," ujar dia.

Pemerintah juga telah memberikan kredit usaha rakyat (KUR) untuk merangsang usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pemerintah membiayai 4,3 juta UKM di 2016 dan 4,1 juta pada 2017 melalui Layanan Keuangan Tanpa Kantor, yang mana terdapat lebih dari 430 ribu agen perbankan dan lebih dari 11 juta rekening bank telah dibuka pada akhir 2017.

Selain itu, inklusi juga dikembangkan melalui simpanan pelajar, Otoritas Jasa Keuangan telah menumbuhkan kesadaran sejak dini pada kalangan siswa. "Sekarang sudah ada sekitar 17 juta rekening simpanan pelajar," sebut dia.

Ada juga layanan keuangan digital yang diinisiasi Bank Indonesia yang telah menciptakan hampir 200 ribu agen dan lebih dari 1,2 juta uang elektronik yang terdaftar. Otoritas moneter  juga berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk meluncurkan Kartu Tani. "Kartu ini untuk 4,7 juta petani menerima subsidi untuk pupuk," tutur dia.

Iskandar melanjutkan bahwa Kementerian Badan Usaha Milik Negara juga telah meluncurkan program Pemberdayaan Keluarga Sejahtera dalam memberikan akses bagi perempuan dari keluarga miskin untuk memperoleh kredit.  Melalui skema pinjaman kelompok, perusahaan negara memberikan pinjaman kepada dua juta perempuan yang menggunakan uang tersebut untuk kegiatan yang menghasilkan pendapatan.



(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.