Empat Jalur Kereta Api Peninggalan Kolonial Bakal Aktif Lagi

    Husen Miftahudin - 27 Agustus 2019 15:00 WIB
    Empat Jalur Kereta Api Peninggalan Kolonial Bakal Aktif Lagi
    Stasiun Ciranjang. Medcom/Husen M.
    Cianjur: Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mengaktifkan kembali (reaktivitas) empat jalur kereta api di wilayah Jawa Barat. Reaktivitas empat jalur tersebut merupakan jalur kereta api peninggalan kolonial Belanda.

    Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Barat, Achyar Pasaribu mengatakan keempat jalur lintasan kereta api yang direncanakan bakal direaktivitas itu ialah rute Cibatu-Garut-Cikajang, kemudian rute Rancaekek-Tanjungsari, rute Bandung-Ciwidey, dan rute Banjar-Pangandaran-Cijulang.

    "Rel-rel yang rencananya mau diaktivasi ini semuanya warisan Belanda," ujar Achyar saat meninjau jalur Cianjur-Ciranjang, Senin, 26 Agustus 2019.

    Keempat jalur yang bakal direaktivitas itu merupakan jalur kereta api lintas selatan. Menurut Achyar, tujuan reaktivitas tersebut ialah sebagai solusi dalam mengurangi beban penumpang di jalur kereta api lintas utara sekaligus mendorong perekonomian warga jalur lintas selatan.

    "Jalur selatan ini dihidupkan untuk mengurangi beban jalan raya yang signifikan, termasuk mengurangi polusi, mengurangi konsumsi bahan bakar. Juga untuk mendorong perekonomian warga, sebab sekarang kita lihat tingkat kesejahteraan masyarakat di utara sama selatan masih jauh," ungkap dia.

    Adapun keempat jalur tersebut memiliki panjang lintasan masing-masing, rute Cibatu-Garut-Cikajang sepanjang 47,5 km, rute Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 km, rute Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 km, dan rute Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 km.

    Sementara itu, Kemenhub telah lebih dulu mereaktivitas jalur Cianjur-Ciranjang. Jalur lintasan kereta api KA Siliwangi itu memiliki panjang 15 km.

    Saat ini, Kemenhub juga tengah mengerjakan reaktivitas jalur Ciranjang-Cipatat. Jalur lintasan kereta api sepanjang 15 km ini bakal tersambung hingga Stasiun Bandung yang diperkirakan terealisasi pada 2023 atau 2024.

    Achyar mengakui pengaktifan kembali jalur Ciranjang-Cipatat tak banyak mengalami kendala berarti. Pihaknya hanya akan mengganti rel. "Kita cuma ganti rel saja karena kita enggak ikin double track, single track saja. Yang banyak (kendala reaktivitas jalur kereta api) itu di Bandung-Ciwidey dan yang lainnya karena masalah permukiman," pungkas Achyar.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id