Pemerintah Minta Industri Berperan Aktif Dorong Vokasi

    Damar Iradat - 17 Mei 2019 06:01 WIB
    Pemerintah Minta Industri Berperan Aktif Dorong Vokasi
    Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri -- MI/ADAM DWI
    Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menginginkan perusahaan terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Keterlibatan tersebut bisa melalui pendidikan vokasi yang menghubungkan SDM dan perusahaan.

    "Sehingga ke depan biar bisa lebih konkret, salah satu yang akan kita dorong adalah, bagaimana optimalisasi pelibatan perusahaan. Mereka bisa ikut dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM kita," kata Hanif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019. 
    Politikus PKB itu mengatakan saat ini strategi yang akan diterapkan mengenai keterlibatan tersebut masih akan dibahas dalam rapat-rapat mendatang. Pemerintah, kata dia, mencoba memetakan sisi pasokan atau supply side terlebih dulu. 

    Pemerintah, kata dia, akan melihat terlebih dulu spesifikasi SMK, Balai Latihan Khusus (BLK), maupun lembaga pelatihan kerja dan sertifikasi. Kemudian juga akan dilihat seluruh kapasitas.

    "Itu baru kita petakan. Nanti kita lanjutkan pemetaan demand side, misalnya apa sektor yang butuh, profesinya apa, segala macam. Setelah itu, baru kita cari terobosan yang bisa digenjot," ujar dia.

    Menurut Hanif, saat ini di berbagai kementerian juga sudah banyak pelatihan. Nantinya hal tersebut akan dicoba dikonsolidasikan dan koordinasikan.

    "Jadi siapa yang melakukan apa jadi lebih jelas. Pokoknya harus optimal hasil," tutur Hanif.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah juga akan terus mendorong vokasi yang langsung menghubungkan SMK, politeknik, dengan pihak industri. Ia juga mendorong agar industri membangun politeknik sendiri.

    "Yang politeknik ini kami akan dorong industri-industri untuk dirikan politeknik. Kalau vokasi kan link and match itu kerjasama antara industri dengan SMK, seperti yang sudah dilaksanakan itu kita perdalam, fasilitasi dan kesiapannya," kata Airlangga.

    Menurut dia ada beberapa industri yang sudah membangun politeknik seperti Indorama. Kemudian Astra juga kemarin baru melakukan groundbreaking politeknik. 

    "Tentu model seperti ini kita replikasi di tempat lain," ujar Ketum Partai Golkar ini.

    Airlangga menambahkan, pemerintah juga akan memfasilitasi industri jika membangun politeknik. Salah satunya yakni dengan pengurangan pajak industri.

    "Mereka kalau ada kebutuhan, mereka akan bangun, pemerintah fasilitasi. Salah satu ya fasilitas perpajakan," kata dia.

    Airlangga mengatakan, wacana pengurangan pajak bagi industri yang berperan dalam pendidikan vokasi ini juga masih dalam proses pembahasan. Namun, konsep tersebut sudah selesai dibahas.

    "Ya mereka persen," tandasnya.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id