Batik Air Siap Jemput WNI di Wuhan

    Annisa ayu artanti - 01 Februari 2020 16:37 WIB
    Batik Air Siap Jemput WNI di Wuhan
    Airbus 320-200CEO (A320) - - Foto: Batik Air
    Jakarta: Batik Air memastikan penjemputan Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Tiongkok sesuai dengan standar operasional prosedur kesehatan. Sterilisasi dan perawatan akan dilakukan pascapenjemputan 250 WNI tersebut.

    Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan layanan operasional penerbangan ini merupakan misi kemanusiaan yang didukung langsung oleh pemerintah.

    "Pengoperasian pesawat Airbus 330-300CEO (18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi) registrasi PK-LDY Batik Air tetap sesuai dengan prosedur keamanan dan keselamatan penerbangan (safety first)," kata Danang dalam keterangan tertulis, Sabtu, 1 Februari 2020.

    Danang menjelaskan pesawat membawa 19 kru dan 30 tim medis. Pesawat lepas landas dari Soekarno-Hatta pukul 13.00 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan dijadwalkan tiba di Tianhe Wuhan pada 19.00 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, China Standard Time, GMT+ 08).

    Dalam misi ini, lanjut Danang, maskapai memastikan penerbangan sudah menerapkan SOP kesehatan dalam memastikan pengamanan awak pesawat, tim medis, tamu atau penumpang dan lainnya.

    "Dalam tindakan pencegahan dimaksud, telah merekomendasikan guna menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku serta menyediakan dan menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD), sarung tangan (hand gloves) dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer) guna antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat," jelas dia.

    Armada Airbus 330-300CEO juga telah didukung dengan peralatan yang dapat menyaring udara di dalam pesawat. Setelah kembali ke Indonesia, pesawat itu akan langsung masuk hangar guna dilakukan pembersihan, sterilisasi dan perawatan.

    Awak pesawat yang bertugas pun akan menjalani proses karantina kesehatan dalam tahapan pengawasan (monitoring). "Batik Air berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," pungkas dia.

    Pemerintah Indonesia menjemput 250 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Tiongkok, termasuk di Wuhan. Ratusan WNI tersebut akan menjalani karantina selama dua pekan, di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
     
    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, mengatakan ratusan WNI yang akan dievakuasi dari Tiongkok bukan pengidap virus korona.

    "WNI dari Tiongkok dan Wuhan yang akan dievakuasi telah melalui serangkaian proses pemeriksaan kesehatan, sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh WHO," kata Doni di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu, 1 Februari 2020.

     

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id