Abu Dhabi Buka Lowongan Asisten Rumah Tangga, RI tak Minat

    Suci Sedya Utami - 08 Januari 2020 15:32 WIB
    Abu Dhabi Buka Lowongan Asisten Rumah Tangga, RI tak Minat
    Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Pemerintah tengah sibuk menyiapkan bahan dan materi yang akan dibawa Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke dua kota di Uni Emirat Arab yakni Abu Dhabi dan Dubai. Salah satu materi yang disiapkan yakni terkait persiapan tenaga kerja.

    Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Abu Dhabi menawarkan lapangan kerja bagi tenaga kerja yang tidak terdidik dan terlatih (unskilled labor). Unskilled labour biasanya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Namun Luhut bilang pemerintah ingin agar lapangan kerja yang ditawarkan untuk tenaga kerja terdidik dan terlatih (skilled labour).

    "Karena Abu Dhabi nawarin lapangan kerja, kita kan mau yang skilled labour, tapi mereka buka supaya bisa juga yang non-skill. Tapi kita belum mau," kata Luhut usai bertamu dengan Menaker di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Januari 2020.

    Luhut mengatakan pemerintah ingin agar tenaga kerja yang masuk ke Abu Dhabi mendapatkan pekerjaan yang layak sekaligus mendapatkan pelatihan keterampilan sehingga menjadi nilai tambah. Harapannya ketika kembali ke Tanah Air bisa memiliki keahlian.

    "Kita maunya yang skilled, kita mau supaya dia latih orang kita di sini supaya masuk ke sana," tutur Luhut.

    Selain itu, kata Luhut, kunjungan kerja luar negeri pertama Jokowi di 2020 ke UEA juga untuk menyaksikan beberapa penandatanganan proyek-proyek kerja sama ekonomi antara kedua negara. Proyek-proyek tersebut bernilai investasi sekitar USD18,8 miliar.

    Ada belasan proyek yang dikerjasamakan, empat di antaranya adalah proyek energi senilai USD16 miliar. Pertama, proyek Kilang Balikpapan antara PT Pertamina (Persero) dan perusahaan minyak dan gas asal UEA yaitu Mubadalah.

    Kedua, proyek Kilang Balongan antara Pertamina dan Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc). Ketiga, proyek Inalum dan Enterprice Global Alumunium (EGA). Keempat adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata antara PT PLN (Persero) dan Masdar.

    "Jumlahnya USD3,9 miliar. Mereka (pendanaannya) masuk seperti ekuitas (dana segar langsung)," kata Luhut.

    Luhut mengatakan ini merupakan proyek tahap pertama. Ke depannya, pendanaan yang masuk bisa bertambah dari negara lain.

    Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan dengan kerja sama Pertamina dan Adnoc di Kilang Balikpapan, BUMN Perminyakan tersebut bakal membeli Liquid Petroleum Gas (LPG) ke UEA selama setahun ke depan secara langsung.

    Pembelian langsung tersebut menurutnya bisa lebih murah dan efisien karena jual beli LPG tidak lagi melalui trader. Adapun volume LPG selama setahun yang bakal dibeli sekitar 10 persen dari kebutuhan LPG impor selama ini yang mencapai sekitar lima juta ton per tahunnya.

    "Volume 170 ribu ton-520 ribu ton, satu tahun (kontrak)," jelas Budi.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id