Pemerintah Libatkan Dua Unicorn Kembangkan Ekonomi Syariah

    Ilham wibowo - 14 Mei 2019 19:36 WIB
    Pemerintah Libatkan Dua <i>Unicorn</i> Kembangkan Ekonomi Syariah
    Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Bambang Brodjonegoro. MI/Adam Dwi.
    Jakarta: Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 resmi bergulir sebagai jawaban atas tantangan pertumbuhan ekonomi nasional. Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Bambang Brodjonegoro mengatakan sejumlah nota kesepahaman dengan berbagai lembaga negara serta pelaku  pasar telah dilakukan. Ekonomi syariah dilakukan melalui pengembangan marketplace halal dan produk keuangan syariah melalui platform digital marketplace. 

    “Kami menyisipkan agenda penandatanganan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) antara KNKS dengan berbagai lembaga yang mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia seperti yang ditandatangani dua Unicorn Indonesia, yaitu Bukalapak dan Tokopedia,” kata Bambang saat membuka peluncuran MEKSI 2019-2024 di gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Mei 2019.

    KNKS bersama Bukalapak dan Tokopedia berkomitmen mewujudkan konsep marketplace yang dapat mengakomodasi kebutuhan umat muslim di Indonesia. Pengguna dapat lebih mudah mencari dan mengidentifikasi produk-produk dengan nomor sertifikasi halal. Tidak hanya itu, nantinya pengguna juga dapat lebih mudah untuk melakukan investasi. Masyarakat bisa memanfaatkan instrumen syariah seperti reksadana syariah melalui platform e-commerce. 

    “KNKS ingin bersama-sama membangun ekosistem e-commerce yang mendukung penjualan produk-produk halal melalui platform digital marketplace. Hal ini dimulai dengan mengajak marketplace yang sudah ada saat ini, yaitu Bukalapak dan Tokopedia untuk menghadirkan produk-produk halal dan produk keuangan syariah di masing-masing e-commerce," ungkapnya. 

    Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS Afdhal Aliasar mengatakan keterlibatan pelaku pasar lainnnya akan terus didorong. Indonesia diproyeksikan menjadi negara ekonomi kuat keempat pada 2045 dengan pengembangan ekonomi syariah. 

    "Diharapkan ke depannya akan lebih banyak lagi pemain e-commerce yang turut bergabung dalam ekosistem ini,” ujarnya. 

    KNKS juga mengumumkan dimulainya kerja sama antara Bank Syariah milik BUMN seperti BSM, BNI Syariah, BRI Syariah, serta BTN-UU Syariah dengan PT Fintek Karya Nusantara pemilik produk aplikasi pembayaran LinkAja. Komitmen tersebut tertuang dalam nota kesepahaman 'Pengembangan Sistem Pembayaran Digital yang Dikelola secara Syariah' untuk  mengembangkan LinkAja Syariah sebagai platform pembayaran digital syariah dan uang elektronik yang dikelola secara syariah. 

    LinkAja Syariah diharapakan menjadi sistem pembayaran digital yang mampu mendukung ekosistem digital ekonomi syariah yang terhubung dengan sistem perdagangan e-commerce, produk keuangan syariah, pariwisata halal. Tak hanya itu instrumen ini juga melayani transaksi dana sosial keagamaan, seperti infak, zakat dan wakaf dengan masjid-masjid dan lembaga zakat di seluruh Indonesia. 

    "Masyarakat Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, seiring dengan berkembangnya teknologi dan pola bisnis yang demikian cepat membutuhkan sistem pembayaran digital syariah yang mampu melayani kebutuhan tersebut. Bersama-sama kita akan mewujudkan hal itu,” ungkap Afdhal.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id