Swasembada Sapi, KPPU Ingatkan JK Soal Kegagalan Era SBY

    Suci Sedya Utami - 14 September 2015 13:34 WIB
    Swasembada Sapi, KPPU Ingatkan JK Soal Kegagalan Era SBY
    Ketua KPPU Syarkawi Rauf (kanan) (MI/PANCA SYURKANI)



    medcom.id, Jakarta: Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf pada hari ini, Senin (14/9/2015) mendatangi kantor Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Kedatangannya untuk membicarakan target swasembada pangan pada masa pemerintahan Joko Widodo-JK.

    Kedatangan Syarkawi kali ini untuk melaporkan kepada JK bahwa target swasembada pangan, khususnya untuk sapi akan sulit dicapai dalam masa kepemimpinan lima tahun Presiden Joko Widodo. Perlu upaya lebih keras untuk mencapai target tersebut.

    Syarkawi menjelaskan, melihat lima tahun sebelumnya di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun dulu pernah menargetkan hal serupa dan tak tercapai. Untuk itu, dirinya mengingatkan agar pemerintah saat ini tak mengulangi hal yang sama dalam membuat target-target yang agresif.

    "Jangan sampai target swasembada dibuat agresif dan cenderung mengulangi kekeliruan yang terjadi di masa lalu. Di lima tahun kedua SBY ada juga target swasembada yang dibuat pemerintah," ujar Syarkawi, di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

    Ia menambahkan, SBY saat itu ingin swasembada bisa dicapai di 2014. Padahal pada 2009 tercatat Indonesia masih impor sapi sekitar 60 persen untuk memenuhi kebutuhan daging. "Ini yang kita sampaikan ke Wapres (JK) jangan sampai hal-hal di masa lalu berulang lagi, sehingga tidak menciptakan kelangkaan," pungkas dia.
    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id