Sengketa Bisnis Sushi-Tei dan Kusnadi Rahardja Berakhir Damai

    Annisa ayu artanti - 27 Februari 2020 18:28 WIB
    Sengketa Bisnis Sushi-Tei dan Kusnadi Rahardja Berakhir Damai
    ?Sengketa Bisnis Sushi-Tei dan Kusnadi Rahardja Berakhir Damai. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Perkara hukum antara Sushi-Tei dengan sang mantan presiden direktur Kusnadi Rahardja berakhir damai.

    Kesepakatan damai tersebut tertuang dalam Perjanjian Perdamaian antara Kusnadi Rahardia, PT Sushi-Tei Indonesia, Sushi-Tei Pte Ltd, Sonny Kuniawan, dan PT Boga lnti yang ditandatangani pada 23 Desember 2019.

    Kuasa Hukum Sushi Tei Indonesia James Purba mengatakan sesuai perjanjian perdamaian tersebut, para pihak yang bersengketa sepakat mencabut semua gugatan hukum yang perkaranya sedang berjalan di pengadilan.

    Semua pun sepakat mencabut semua laporan tindak pidana yang sedang dalam proses pemeriksaan oleh kepolisian.

    "Sesuai amanat perjanjian, para pihak, baik Kusnadi Rahardja maupun Sushi-Tei sudah mencabut semua gugatan perdata dan sudah ada penetapan dari majelis hakim untuk tidak melanjutkan proses persidangan. Begitu juga dengan perkara pidana, semua Iaporan baik oleh Kusnadi Rahardja maupun Sushi-Tei juga sudah dicabut dan dihentikan pemeriksaannya," kata James ditemui saat konferensi pers di kawasan Plaza Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.

    Ia menegaskan, seperti yang tertuang dalam perjanjian perdamaian, Kusnadi Rahardja juga telah sepakat menjual seluruh sahamnya di PT Sushi-Tei Indonesia sebesar 24 persen kepada Sushi Tei Pte Ltd (Singapura).

    Keduanya telah melakukan perjanjian jual beli saham pada 31 Januari 2020. Jual beli dan pengalihan hak atas saham oleh Kusnadi Rahardja kepada Sushi-Tei Pte Ltd tersebut juga telah dilaksanakan dan disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Sushi-Tei Indonesia.

    "Sebelumnya Kusnadi punya saham 24 persen. Kemudian dijual ke Sushi-Tei Pte Ltd. Sehingga sekarang Sushi-Tei Pte Ltd memiliki saham 84 persen dan Sonny Kurniawan (Direktur Sushi-Tei Indonesia) sebesar 16 persen," jelas James.

    Selain penjualan saham Kusnadi ke Sushi-Tei Pte Ltd, lanjut James, Kusnadi juga sepakat untuk mencabut pemblokiran rekening-rekening bank Sushi-Tei Indonesia, serta mengundurkan diri dari jabatan sebagai Presiden Direktur PT Sushi-Tei Surabaya.

    "Sesuai perjanjian perdamaian, para pihak juga sepakat untuk menghentikan segala gugatan maupun tuntutan ganti rugi sebagai dampak dari persengketaan hukum yang terjadi. Para pihak juga menjamin tidak ada lagi perkara atau Iaporan polisi atau sengketa selain proses hukum yang sedang berlangsung dan dalam proses pencabutan gugatan di pengadilan," imbuh James.

    Sushi-Tei Indonesia maupun Sushi-Tei Pte Ltd menyambut positif penyelesaian damai dalam perselisihan hukum dengan Kusnadi Rahardja. Dengan berakhirnya semua persengketaan yang terjadi di pengadilan maupun kepolisian. Ke depannya Sushi-Tei akan memfokuskan pada upaya pengembangan bisnis di Indonesia.

    "Ini hadiah akhir tahun buat saya. Masalah ini bisa diselesaikan damai. Jadi happy ending for every body. Ke depannya kita akan fokus ke core bisnis kita," ucap Direktur Sushi-Tei Indonesia Sonny Kurniawan.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id