Ambisi Edward Tirtanata Jadikan 'Kopi Kenangan' Tak Sekadar Kenangan

    Ilham wibowo - 24 Februari 2020 17:07 WIB
    Ambisi Edward Tirtanata Jadikan 'Kopi Kenangan' Tak Sekadar Kenangan
    CEO and Co-Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
    Jakarta: Edward Tirtanata, berambisi menjadikan brand lokal Indonesia mendunia lewat bisnis Kopi Kenangan. Pencanangan target besar telah masuk proyeksi pencapaian dalam waktu singkat.

    "Sekarang tiga juta cup per bulan (penjualan), hingga akhir 2020 kami targetkan bisa 10 juta cup per bulan," kata Edward yang kini dikenal sebagai CEO and Co-Founder Kopi Kenangan ditemui di Menara Digitaraya, Jalan Raden Saleh Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 24 Februari 2020.

    Edward menceritakan awal mula bisnis kuliner yang ditargetkan memiliki 1.200 kedai di seluruh Indonesia di akhir 2020 ini hanya bermodal sebesar Rp150 juta secara patungan. Pada 2017, kedai pertama resmi didirikan di darah Kuningan yang ia kelola bersama James Prananto dan Cynthia Chaerunnisa. Butuh eksperimen 100 gelas kopi hingga akhirnya ditemukan formula yang pas yang membuat Kopi Kenangan selalu dicari.

    Strategi khusus agar kopi bisa dinikmati semua orang dengan menawarkan harga relatif terjangkau. Misal saja seperti menu andalan yakni 'Kopi Kenangan Mantan' yang dibanderol Rp18 ribu agar konsumen bisa minum kopi minimal dua hingga tiga kali seminggu.

    Pemilihan nama brand yang juga melalui riset komprehensif juga dilakukan agar Kopi Kenangan mudah diingat konsumennya.

    Pada 2018, Kopi Kenangan mendapat pendanaan dari Alpha JWC sebesar Rp121 miliar, kemudian disambung dengan suntikan dana sebesar Rp288 miliar dari modal ventura Sequoia India pada 2019. Kehadiran modal besar ini membuat Kopi Kenangan makin leluasa memasarkan produk andalan dan lebih banyak mendirikan gerai.

    "Pertumbuhan omzet cepat banget, kami perkirakan tahun ini atau proyeksi 2020 dibandingkan omzet 2018 itu naik 100 kali lipat," ungkap Edward.

    Ia bilang, Kopi Kenangan sepenuhnya menggunakan bahan baku dari petani kopi lokal di Tanah Air yakni kombinasi dari kopi Aceh Takengon, Sidikalang, Flores, dan Jawa. Proses pengolahan sajian juga menggunakan mesin profesional yang menjadikan kualitas rasa Kopi Kenangan layaknya brand asing terkenal.

    "Kami dari awal membuat brand awareness, buka di mall kemudian orang inget Kopi Kenangan, kemudian di Nielsen Research kami sudah nomor dua top of mind, ketika ketik kopi di GoFood orang langsung kepikiran Kopi Kenangan," ujarnya.

    Edward ingin terus berlari kencang mengembangkan bisnis kedai kopinya dan mengejar mimpi bisa melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2022. Pendanaan yang terkumpul itu pun diproyeksikan untuk ekspansi kedai kopi Indonesia ke berbagai negara dan bukan secara franchise untuk menjaga kualitas.

    "Kami akan benar-benar ekplorasi lebih lanjut pada 2022, kami ingin scale up dulu sampai dengan punya skala untuk bisa IPO," ungkapnya.

    Pria yang juga gemar berinvestasi di startup ini ingin kariernya seperti CEO Amazon Jeffrey Preston Bezos yang punya aset besar di seluruh dunia. Edward yakin keunikan Kopi Kenangan punya pembeda dan mampu bersaing dari sajian kopi di Malaysia, Thailand dan Vietnam.
     
    "Biji kopi dan gula aren dari Indonesia ini akan kami tonjolkan ke dunia bahwa ini Indonesian style dan tentunya pendanaan dari IPO ini untuk ekspansi ke seluruh dunia karena dari awal kami tidak ingin hanya brand lokal, kami ingin jadi sebuah brand mancanegara seperti moto kami dari Indonesia untuk dunia," pungkasnya.

     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id