BI Dorong Industri Halal untuk Topang Ekonomi Nasional

    Eko Nordiansyah - 03 Oktober 2018 14:18 WIB
    BI Dorong Industri Halal untuk Topang Ekonomi Nasional
    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya)
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memandang pentingnya mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari bauran kebijakan. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan global saat ini dan yang akan datang.

    "Ke depan, untuk meningkatkan peran dan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah secara global dan nasional, diperlukan peran aktif semua pihak, baik pembuat kebijakan, pelaku ekonomi maupun dunia pendidikan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018.

    Sebagai anggota Komite Nasional Keuangan Islam (KNKS), BI akan senatiasa bekerja erat dengan kementerian dan otoritas, dan mensinergikan program lintas sektoral untuk mencapai tujuan menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber baru pertumbuhan ekonomi nasional.

    Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor industri halal tercermin dari persentase penduduk Indonesia yang merupakan 12,7 persen dari populasi penduduk muslim dunia. Dengan didukung oleh peningkatan kesadaran akan pentingnya konsumsi sektor industri halal, potensi industri halal dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah khususnya sektor industri halal, BI bersama dengan pemerintah dan institusi terkait berpegang pada prinsip 4 C. Pertama, yaitu komitmen yang kuat dari pihak-pihak terkait (Commitment).

    Selain itu, ada program yang konkrit sehingga mudah untuk diimplementasikan (Concrete), sinergitas antara lembaga dan pihak terkait (Collaborative), serta edukasi yang dilakukan secara intens mengenai nilai lebih dari gaya hidup halal (Campaign).

    Laju pertumbuhan industri halal global meningkat dari 7,5 persen di 2015 menjadi lebih dari delapan persen dan diperkirakan akan terus meningkat pada 2017 dan seterusnya. Pasar industri halal di Indonesia, khususnya sektor makanan halal, travel, fesyen, dan obat-obatan serta kosmetik halal telah mencapai sekitar 11 persen dari pasar global pada 2016.

    Sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem halal value chain, BI telah melaksanakan program pengembangan ekonomi syariah di sektor pertanian, makanan dan fesyen, pariwisata serta energi terbarukan. BI juga mendorong pemberdayaan ekonomi bagi 134 pesantren di 31 wilayah yang tersebar di Indonesia.

    "Dalam rangka mendukung program pemberdayaan industri halal, Bank Indonesia juga bekerja sama dengan lembaga zakat, mengoptimalkan dana sosial syariah seperti zakat, infaq, shadaqah dan wakaf tunai, sebagai salah satu sumber pembiayaan syariah," pungkasnya.

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id