Menteri Rini Kesal Utang BUMN Dipermasalahkan

    Annisa ayu artanti - 09 Desember 2018 14:48 WIB
    Menteri Rini Kesal Utang BUMN Dipermasalahkan
    Menteri BUMN Rini Soemarno. Medcom/Ayu.
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku kesal dengan isu yang selalu digulirkan mengenai besarnya utang perusahaan pelat merah.

    Rini menjelaskan perusahaan memiliki utang itu adalah hal yang wajar selama utang tersebut digunakan untuk suatu yang produktif seperti pengembangan perusahaan dan pembangunan.
    "Sebentar-sebentar saya shdah paling kesal kalau orang udah permasalahkan mengenai utang BUMN. Selama itu produktif selama utang kita tarik untuk membesarkan perusahaan, untuk pembangunan," kata Rini di Kantor WIKA, Jalan DI Pandjaitan, Jakarta, Minggu, 9 Desember 2018.

    Ia juga tidak mempermasalahkan perusahaan berutang asalkan kalkulasinya benar dan tidak merugikan, serta return of investment-nya jelas.

    Selain itu, Ia juga mengungkapkan tidak mungkin ada perusahaan di dunia yang tidak berutang. Menurutnya sebagian besar perusahaan berutang untuk menjalankan kerjanya.

    "Terus terang saya belakangan ini ngenes dengarnya. BUMN banyak utang. Loh, apa masalahnya kita punya utang? Selama kita melakukannya dengan baik berutang dengan benar, bertanggung jawab dan betul-betul digunakan untuk hal yang produktif itu yang saya jaga," tutup Rini.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya juga memastikan bakal memonitor perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan pinjaman terhadap pemerintah. Hal ini menyusul nilai utang 143 perusahaan plat merah yang mencapai Rp2.448 triliun pada kuartal III-2018.

    "Utang BUMN, kita dan menteri BUMN terus monitor. Neracanya harus kita jaga," ujar Ani sapaannya dalam acara press tour di Novotel, Nusa Dua, Bali, Kamis, 6 Desember 2018.

    Menurutnya tak masalah bila perusahaan pelat merah memiliki setumpuk utang asalkan ekuitasnya tinggi. Sebaliknya, BUMN dengan utang tinggi namun ekuitas rendah bakal menjadi perhatian pemerintah.

     



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id