Ekspor Beras Bulog Berpotensi Diperbesar

    Ilham wibowo - 27 Februari 2020 14:35 WIB
    Ekspor Beras Bulog Berpotensi Diperbesar
    Beras Bulog - - Foto: MI
    Jakarta: Perum Bulog (Persero) berpotensi memperluas penjualan beras dari petani Indonesia ke mancanegara. Dalam waktu dekat, ekspor perdana beras kemasan renceng Bulog bakal dilakukan ke Arab Saudi.

    Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso (Buwas) mengatakan Bulog tengah merampungkan pengemasan beras yang dilakukan di Gudang Bulog Divisi Regional (Divre) DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Prosesnya diawasi langsung petugas dari Arab Saudi.

    "Orang dari Arab Saudi ngawasin satu-satu pengemasan renceng dan lima kiloan yang semuanya akan diekspor 10 ribu ton," kata Buwas saat mengecek kondisi beras  di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 27 Februari 2020.

    Buwas menjelaskan proses pengemasan beras untuk ekspor tersebut dilakukan dengan standar khusus untuk menjaga kualitas. Bulog pun telah melengkapi mesin dengan teknologi terkini agar beras tetap higienis.


    "Perwakilan dari Arab ada tiga orang dan mereka menjamin produksi kita higienis dan aman. Karena begitu masuk kontainer, steril betul, pakai berita acara da  sampai di sana juga diperiksa secara random," tuturnya.

    Permintaan dari pengusaha di Arab Saudi untuk beras Bulog ini, kata Buwas, ditujukan untuk menjawab pasar yang cukup besar. Pasalnya, masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi baik tenaga kerja maupun jemaah haji dan umrah kurang menyukai sajian beras khas Timur Tengah.

    "TKI di Arab Saudi banyak mengeluhkan di sana butuh beras yang disukai, beras di Arab kan panjang-panjang tidak disukai sementara WNI kan kangen dengan beras kita," ungkapnya.

    Tahap pertama, ekspor ke Arab Saudi akan dilakukan sebanyak 10 ribu ton dengan komitmen potensi peningkatan permintaan sebanyak 100 ribu ton per bulan. Dengan hasil ini, Buwas optimistis beras Bulog bisa tembus ke negara lainnya yang memiliki banyak WNI.


    "Uji coba ini Arab Saudi, next bisa saja Hong Kong dan ke negara yang banyak TKI dan ini potensi untuk perdagangan kita,"  pungkasnya.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id