BUMN Diminta Berkolaborasi Penuhi Kebutuhan Strategis Nasional

    Medcom - 13 Februari 2020 14:26 WIB
    BUMN Diminta Berkolaborasi Penuhi Kebutuhan Strategis Nasional
    Anggota Komisi VIDPR Fraksi PDIP Deddy Sitorus. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, mendorong antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkolaborasi dan bersinergi dalam rangka memenuhi kebutuhan strategis nasional. Kementerian BUMN, kata Deddy, harus memainkan peran sebagai fasilitator untuk menciptakan ekosistem industri yang bermanfaat bagi rakyat.

    "Terutama dalam bidang pertanian dan agroindustri serta industri kelautan," kata Deddy, dalam keterangannya Kamis, 13 Februari 2020.

    Deddy mencontohkan, fokus bisnis BUMN dalam mendukung akselerasi dan modernisasi kegiatan perekonomian yang menyentuh rakyat banyak. Seperti, perlunya dibahas rencana pembuatan spur (kereta mini) untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju tempat pengumpulan atau jalan besar.

    “Bayangkan, sawit saja kita punya luas lebih dari 16 juta hektare, kalau bisa diintervensi dengan teknologi pengangkutan hasil produksi pertanian yang terjangkau dan andal tentu akan bermanfaat bagi pembangunan ekonomi," ungkapnya. 

    Deddy meyakini dengan pemanfaatan teknologi sederhana akan menghemat triliunan rupiah dari investasi dan perawatan truk pengangkutan yang masih 100 persen impor, dan menghemat biaya pembuatan jalan desa serta jalan usaha tani di seluruh Indonesia. 

    Hal yang sama juga terjadi bila BUMN strategis mampu menciptakan drone bagi proses pemupukan perkebunan. "Bisa dibayangkan efisiensi yang terjadi kalau belasan juta hektare itu bisa dipupuk menggunakan drone," tukas anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantar Utara tersebut.

    Untuk itu Deddy mengusulkan agar Kementerian BUMN mampu mendorong kolaborasi antar BUMN dan antar Kementrian terkait untuk mendukung penciptaan teknologi yang bermanfaat bagi rakyat dan dunia usaha yang berperan sebagai ujung tombak ekonomi. 

    "Jangan sampai BUMN strategis ini hanya berpikir yang 'high tech' saja, sebab sebagai agent of development BUMN harus mampu memberikan jawaban bagi kebutuhan nasional. Jangan sampai kita terus abai sehingga untuk cangkul saja kita masih tetap harus impor," ujarnya. 

    Deddy juga meminta BUMN memberikan laporan kepada DPR tentang produk-produk yang sudah diproduksi dengan harga terjangkau tetapi oleh instansi atau lembaga masih terus diimpor dari luar negeri, seperti di bidang persenjataan atau lokomotif kereta api. 

    "Tolong disampaikan apa adanya, karena kita punya tugas membantu menyeimbangkan neraca perdagangan," ucapnya.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id