Tujuh Bank Kucurkan Rp8 Triliun ke Trans Sumetera Bakauheni-Terbanggi Besar

    Suci Sedya Utami - 27 Desember 2017 12:52 WIB
    Tujuh Bank Kucurkan Rp8 Triliun ke Trans Sumetera Bakauheni-Terbanggi Besar
    Jalan tol Trans Sumatera. (FOTO: ANTARA/Ardiansyah)
    Jakarta: PT Hutama Karya (Persero) mendapatkan pinjaman kredit dari sindikasi perbankan dari Bank Mandiri, BNI, BCA, CIMB Niaga, Maybank Indonesia, ICBC Indonesia, dan Bank Permata. Pinjaman kredit tersebut dilakukan demi menyelesaikan pembangunan proyek pengembangan jalan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sesuai target di 2019.

    Pinjaman tersebut dibukukan dalam penandatanganan kredit sindikasi dengan total sebesar Rp8,067 triliun. Sementara sisanya Rp8,7 triliun akan didanai melalui equity. Adapun total investasi proyek tersebut yakni sebesar Rp16,7 triliun.

    "Nilai investasi pembangunan Bakauheni-Terbanggi Besar adalah Rp16,7 triliun. Skema pemenuhannya melalui equity sebesar Rp8,7 triliun dan loan Rp8,067 triliun," kata Direktur Utama Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra dalam acara penandatanganan kerja sama pinjaman di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Desember 2017.

    Putra menjelaskan pihaknya sudah memenuhi porsi equity dari investasi tersebut melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) pada 2015/2016 sebesar Rp2,2 triliun serta pada akhir 2016 hingga 2017 perseroan menerbitkan surat utang dengan dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp6,5 triliun.

    "Sehingga total equity untuk proyek ini sudah close di angka Rp8,77 triliun," tutur dia.

    Menurut dia, dengan dipenuhinya porsi equity, maka selanjutnya porsi pinjaman dipenuhi dengan pinjaman kredit investasi dari sindikasi tujuh bank bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai pemberi fasilitas cash deficiency support (CDS).

    Dalam kesempatan yang sama juga ditandatangai penjaminan kewajiban membayar pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) bagi Hutama Karya dengan skema stand-by loan. Penandatanganan ini juga disaksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

    Direktur Keuangan Hutama Karya Anis Anjayani mengatakan di awal-awal masa operasi, pendapatan dari tol Bakauheni-Terbanggi Besar tidak akan sanggup memenuhi pengeluaran untuk operation dan maintenance tol serta kewajban pengembangan kredit.

    Oleh karena itu Hutama Karya didukung PT SMI melalui fasilitas Cash Dehciency Support (CDS) dengan alokasi dana sebesar Rp7,5 triliun agar tetap bisa memenuhi kewajiban tersebut.

    "Tenor dari PT SMI adalah 25 tahun dengan grace period 15 tahun. Nah, grace period kredit dari sindikasi perbankan sendiri adalah tujuh tahun dengan tenor selama 15 tahun," ujar Anis.

    Sebagai informasi, Bakauheni-Terbanggi Besar merupakan salah satu dari 24 ruas jalan tol Trans-Sumatera yang dikembangkan oleh Hurama Karya melalui penugasan dari Pemerintah Rl. Proyek tersebut mulai dibangun sejak 2015. Ruas toI sepanjang 140 km ini terbagi menjadi sembilan seksi yang kesemuanya ditargetkan selesai pada 2019.

    Seksi satu Pelabuhan Bakauheni hingga Bakauheni Selatan, serta Seksi lima dari Lematang ke Kotabaru telah selesai dan siap beroperasi dalam waktu dekat ini.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id