Kepala Bappenas Promosikan Ibu Kota Baru ke Ratusan Milenial

    Desi Angriani - 20 Agustus 2019 20:39 WIB
    Kepala Bappenas Promosikan Ibu Kota Baru ke Ratusan Milenial
    Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Medcom/Desi A.
    Jakarta: Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mempromosikan wacana pemindahan ibu kota baru ke ratusan milenial. Pemindahan ibu kota ke Kalimantan penting untuk mengurangi ketimpangan dan menciptakan sumber ekonomi baru.

    "Ada ketidakadilan yang harus segera kita bereskan, ada ketimpangan yang harus dibereskan," ujar Bambang di Gedung Saleh Afiff, Kementerian PPN/ Bappenas, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Bambang menjelaskan beban Jakarta sebagai ibu kota terlalu berat. Sebab, Jakarta tak hanya pusat pemerintahan tapi juga pusat bisnis, pusat perdagangan, pusat keuangan dan pusat jasa. Beban tersebut membuat Jakarta semakin padat hingga menyebabkan kemacetan dan polusi udara. Bahkan, Jakarta mulai kekurangan sumber air bersih. 

    "Karena itu harus kita kurangi beban di Jakarta dengan mengakomodir kepentingan kaum muda biar tidak terlalu macet," ungkap dia.

    Ia pun mengungkapkan alasan pemerintah memilih Kalimantan lantaran penduduk di Pulau Jawa sudah terlalu padat. Sebanyak 80 persen dari total 260 juta penduduk Indonesia berada di Jawa dan Sumatera. Sisanya, tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan NTT.  Di sisi lain, sumber ekonomi hanya berpusat di Jawa dan Sumatera. Padahal Kalimantan dan Papua menyumbang sumber daya alam yang paling besar. 

    "Kaltim penduduknya hanya 3,5 juta, dan Kalsel cuma 4 juta. Jadi saudara-saudara yang tinggal di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan NTT cuma 20 persen," tambah Bambang.

    Lebih lanjut, ibu kota baru nantinya akan mengusung konsep green city dengan standar internasional. Misalnya, di lokasi tersebut masyarakat tak lagi menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram tapi pemerintah akan membangun jaringan gas kota lebih awal

    "Saya ingin perkenalkan ke milenial konsep ibu kota baru yang smart dan moderen karena ibu kota ini belum smart ya. Kabel listri kita saja masih di atas, semestinya berada di bawah tanah," pungkas dia.

    Adapun pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan membutuhkan dana sedikitnya Rp466 triliun. Dari jumlah itu, rencananya 20 persen menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sisanya kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan keterlibatan swasta maupun badan usaha.

    Saat ini progres pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Kalimantan masih berkutat pada identifikasi lahan. Pemerintah masih mengkaji tiga opsi ibu kota baru, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. 

    Dalam kajian itu, pemerintah mempertimbangkan aspek ketahanan bencana, daya dukung lingkungan, ketersediaan air, lahan infrastruktur, keekonomian hingga keamanan.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id