Erick Thohir Buang Citra Lobi Politik Demi Kursi Direksi BUMN

    Zakaria Habib - 14 Desember 2019 17:01 WIB
    Erick Thohir Buang Citra Lobi Politik Demi Kursi Direksi BUMN
    Menteri BUMN Erick Thohir buang citra lobi politik demi ditunjuk mengisi jabatan direksi perusahaan BUMN. Foto: Antara/Nova Wahyudi.
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkomitmen untuk melakukan 'bersih-bersih' atas upaya dan tindakan laten nepotisme di tubuh perusahaan pelat merah. Utamanya terkait dengan pemilihan direksi perusahaan BUMN yang harus sesuai dengan profesionalisme dan kinerja.

    Kabag Protokol dan Humas Kementerian BUMN Ferry Andrianto menekankan, tindakan Erick ingin pemillihan direksi perusahaan negara berjalan secara profesional tanpa intervensi politik. 

    "Kita jalankan sistem dan kaidah bisnis kita sebagai institusi bisnis yang profesional, itu kita bentuk. BUMN jangan dikira statusnya sebagai lembaga publik seakan-akan semua itu political appointed," ketus Ferry dalam diskusi Populi Center di Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019.

    Erick, kata Ferry, membuang jauh-jauh citra laten nepotisme seperti lobi-lobi kedekatan personal dalam pengelolaan BUMN. "Pak Erick sudah membuat statement penting juga, jangan berharap karena kenal dekat, lobi-lobi atau apa, terus akan diperhatikan? Nuansa non professional atau politik seperti itu justru tidak diperhatikan," tegas dia.

    Menurut Ferry komitmen tersebut dimulai Erick dari dirinya sendiri dalam Kementerian BUMN. Hal itu dilakukan dengan me-review secara berkala dari komisaris dan wakil menteri BUMN.

    "Agenda Pak Erick Thohir sudah jelas, kelola BUMN secara jelas dari pucuk pimpinan yang berakhlak. Semua sudah dimulai dari Pak Erick Thohir dengan kepengurusan, misalnya sekarang akan dilakukan review berkala dari komisaris dan wamen. Ini yang dikembangkan Pak Menteri," tuturnya. 

    Untuk mendapatkan pengelola BUMN yang profesional, Kementerian BUMN punya sistem seperti syarat kompetensi tertentu. Salah satunya memiliki komitmen kuat untuk bekerja dengan baik.

    Untuk itu, agenda besar tersebut Erick butuh tangan dari tokoh profesional yang andal. Erick memerlukan bantuan dan peran pendobrak dengan merekrut orang-orang seperti Chandra Hamzah, Basuki Tjahaja purnama alias Ahok, hingga Chatib Basri.

    "Kuatkan kembali sistem yang ada, kekuatan antar-stakeholder untuk kawal BUMN secara on the track. Jauhkan dari intervensi politik," tutup Ferry.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id