Bulog akan Jual Beras Premium ke 5 Juta ASN

    Ilham wibowo - 27 November 2019 16:23 WIB
    Bulog akan Jual Beras Premium ke 5 Juta ASN
    Kantor Bulog. Foto : Mi/Panca Syaukarni.
    Jakarta: Perum Bulog tengah menyusun strategi untuk bisa mendapatkan penjualan beras premium kepada aparatur negara. Realisasi aturan wajib beli produk Bulog pun diproyeksikan bisa meningkatkan peran sisi komersial.

    Segmen pasar ekslusif yang ingin diraih termasuk dari jajaran TNI-Polri ini masih terus dikomunikasikan Bulog dengan pihak lembaga kementrian terkait. Bulog berharap tunjangan pangan dari negara untuk para aparatur negara yang saat ini dicairkan dengan uang bisa dikembalikan dalam bentuk beras.

    "Bulog sangat siap, arahnya beras premium, kalangan PNS dan TNI-Polri itu konsumsi sehari-hari memang beras premium," kata Sekretaris Perusahan Perum Bulog Awaludin Iqbal dihubungi Medcom.id, Rabu, 27 November 2019.

    Aparatur negara di Tanah Air yang diperkirakan jumlahnya mencapai lima juta orang diduga memiliki semangat yang sama seperti Bulog dalam menjalankan amanat negara dalam menyalurkan bantuan sosial pangan nasional. Dengan cara ini, serapan gabah petani lokal bisa lebih berkualitas dengan imbal harga yang sepadan lantaran kepastian pasar Bulog.

    "Anggaplah lima juta orang rata-rata (jumlah aparatur negara), 10 kilogram per orang sebulan saja sudah 50 juta kg atau 50 ribu ton sebulan lalu dikalikan 12 bisa 600 ribu ton per tahun, itu semua penyerapan untuk petani lokal," ungkapnya.

    Disasarnya pengelolaan jatah tunjangan beras aparatur negara tersebut juga menjadi salah satu solusi perusahaan untuk menyiasati tantangan sektor keuangan. Sebab, Bulog tercatat masih memiliki beban utang hingga Rp28 triliun akibat penugasan pemerintah untuk pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dalam jumlah besar, namun penyalurannya tidak didukung dengan kondisi pasar akibat program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

    Saat ini, jumlah beras komersial Bulog hanya mampu mengelola 170 ribu ton atau sekitar 10 persen dari produksi gabah petani nasional. Implemetasi kewajiban pembelian oleh aparatur negara itu dipastikan bisa mendorong daya saing produk Bulog dengan tengkulak.

    Adapun beras yang dijual terdapat 50 jenis pilihan dalam kualitas medium, premium dan beras khusus bervitamin. Harga jualnya disesuaikan dengan mekanisme pasar atau tidak mesti sesuai dengan harga eceran tertinggi pemerintah.

    "Beras premium kami sangat bisa untuk serap dari petani apalagi produksi cukup banyak. Kalau sudah ada kepastian pasarnya, dengan jaringan dan jumlah gudang yang kami miliki itu sangat mampu bersaing dengan swasta," tuturnya.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id