OJK Sebut Pencatatan Fintech Via Gesit Cuma 2 Pekan

    Husen Miftahudin - 03 September 2019 15:32 WIB
    OJK Sebut Pencatatan <i>Fintech</i> Via Gesit Cuma 2 Pekan
    Illustrasi. Foto : MI/ARYA MANGGALA.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim pencatatan perusahaan rintisan financial technology (fintech) melalui Gerbang Elektronik Sistem Informasi Keuangan Digital (Gesit) hanya memakan waktu selama dua pekan. Gesit merupakan portal mini sebagai media interaksi antara otoritas dengan fintech dan masyarakat.

    Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengakui selama ini pencatatan dilakukan secara manual. Kehadiran Gesit membuat pelaku fintech tak perlu membawa dokumen-dokumen persyaratan ke OJK.

    "Jadi pencatatan kita lakukan, tidak butuh waktu lama, mungkin bisa dua minggu. Yang penting lengkap dokumennya," ujar Nurhaida di kantor OJK gedung Wisma Mulia 2, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 3 September 2019.

    Nurhaida menegaskan seluruh fintech wajib tercatat di OJK. Hal ini sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2018 tentang Inovasi Keuangan Digital (IKD) di Sektor Keuangan.
    Setelah tercatat di Gesit, lanjutnya, fintech tersebut akan masuk ke regulatory sandbox. Mereka kemudian dipilah berdasarkan kategori dan model bisnis.

    Hingga Juli 2019, terdapat sebanyak 48 penyelenggara IKD yang tercatat di OJK. Mereka terbagi dalam 15 klaster yaitu aggregator, credit scoring, claim service handling, digital DIRE, financial planner, financing agent, funding agent, online distress solution, online gold depository, project financing, social network and robo advisor, block-chain based, verification non-CDD, tax and accounting dan e-KYC.

    Penyelenggara IKD yang memiliki status tercatat telah diperbolehkan untuk beroperasi sesuai dengan bisnis model yang diajukan dan dapat bekerja sama dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

    Dari 48 fintech itu, sebut Nurhaida, 34 di antaranya ditetapkan sebagai contoh model untuk diuji coba dalam regulatory sandbox. Di situ, perusahaan rintisan atau bidang fintech akan diuji terlebih dahulu model bisnis, produk, layanan, dan teknologinya.

    "(Regulatory) sandbox ini kan berlangsung selama satu tahun. Jadi nanti dari hasil sandbox ini bisa kita lihat perlu atau memang ada ketentuan lebih lanjut itu apa," pungkas dia. 



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id