Curhat Erick: Banyak yang Jegal Jadi Menteri BUMN

    Annisa ayu artanti - 29 Januari 2020 07:33 WIB
    <i>Curhat</i> Erick: Banyak yang Jegal Jadi Menteri BUMN
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. FOTO: MI/AGUS MULYAWAN
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut banyak pihak yang berusaha menjegal dirinya dari jabatan sebagai menteri. Mereka menginginkan Erick dicopot.

    "Yang mau goyang suruh saya mundur banyak kok," ungkap Erick, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

    Oleh karena itu, kata Erick, selagi masih menjabat sebagai menteri BUMN ia sangat fokus dalam pembenahan perusahaan-perusahaan pelat merah. Artinya jika tidak lagi menjabat sebagai Menteri BUMN dia tidak mewarisi kebobrokan pada Menteri BUMN selanjutnya.

    Salah satu yang dilakukannya dan masuk dalam Key Performance Index (KPI) adalah menyehatkan kembali keuangan PT Krakatau Steel Tbk. Perusahaan baja pelat merah ini akhirnya selesai melakukan restrukturisasi utang senilai USD2 miliar.

    "Kalau habis restrukturisasi operasionalnya harus benar," ucapnya.

    Selain itu, Erick juga memiliki target tinggi kepada masing-masing perusahaan BUMN. Target-target itu diyakini bakal tercapai jika komisaris berperan mengawasi kinerja perusahaan.

    "Saya tidak mau juga komisaris hanya duduk-duduk dan tidak bantu kementerian untuk mengawasi, tapi bukan ambil peran direksi, jangan juga, enggak boleh, kan ada tugasnya,” ucapnya.

    Tak hanya pembenahan pada tatanan manajamen perusahaan dan pejabat BUMN, Erick juga melakukan pertemuan dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.  Mereka membicarakan mengenai pembersihan dan pencegahan korupsi di lingkungan Kementerian BUMN.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id