comscore

Kementan Sambut Baik Sapi Indukan Impor Asal Australia ke Jatim

25 Desember 2016 14:52 WIB
Kementan Sambut Baik Sapi Indukan Impor Asal Australia ke Jatim
Illustrasi. ANT/Adeng Bustomi.
medcom.id, Jakarta: Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita menyambut baik kedatangan sapi indukan impor asal Australia ke Jawa Timur (Jatim) yang dilakukan PT Japfa melalui PT Santori. 

Sapi indukan impor tersebut sebanyak 3.700 ekor. Pelepasannya dilakukan pada 21 Desember 2016 oleh Konjen Darwin dan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pada 25 Desember 2016.
Ketut mengatakan, impor sapi indukan ini merupakan upaya Pemerintah untuk meningkatkan populasi sapi indukan dalam negeri guna mempercepat pencapaian swasembada daging sapi yang ditargetkan pada 2026. Hal ini diyakini akan mendorong pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional.

"Kami menyambut positif inisiatif impor sapi indukan yang dilakukan oleh Japfa melalui Santori. Apa yang dilakukan Japfa sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan populasi sapi di tanah air untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur," katanya dikutip dari Antara, Minggu (25/12/2016). 

Ia menyampaikan upaya kemitraan dengan lembaga perbankan dan peternak rakyat, Koperasi-koperasi berbadan hukum memungkinkan percepatan terjadinya alih pengalaman atau transformasi ilmu pengetahuan. Selain itu diharapkan juga untuk percepatan alih keterampilan dalam pengelolaan usaha peternakan secara professional untuk para peternak rakyat kita.

"Untuk itu saya berharap upaya ini dapat diikuti oleh perusahaa lain yang bergerak dibidang peternakan dan Kesehatan hewan, karena ini adalah langkah kongkrit yang harus terus didorong dan ditumbuhkan dan dilakukan secara berkesinambungan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Ketut, pemasukan sapi indukan impor Ini juga merupakan salah satu upaya pebisnis di tanah air yang merupakan bentuk perhatian pelaku usaha kepada petani ternak lokal.

"Kami berharap hal ini tidak hanya dilakukan para feedloter sapi potong, tetapi juga dilakukan oleh para Integrator IPS-Sapi Perah kita," tuturnya.

Menurut Ketut, adanya kontribusi atau peran para Integrator IPS tersebut dapat ikut membangun desa binaan sapi perah. Di sisi lain dapat juga ikut membina petani peternak sapi perah di Indonesia sehingga para peternak bergairah.

"Tidak sampai di situ, tapi akan juga meningkatkan produksi yg dihasilkan oleh petani dan diserap dengan harga yang pantas," tambah Diarmita.




(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id