Pengusaha Telur Ayam Minta Disediakan Stok Jagung

    Ilham wibowo - 26 September 2018 20:43 WIB
    Pengusaha Telur Ayam Minta Disediakan Stok Jagung
    Ayam. MI/BARY FATHAHILAH.
    Jakarta: Pengusaha telur ayam mengeluh stok jagung, sebagai bahan utama pakan ternak, berkurang. Kondisi ini diperparah dengan penurunan harga pembelian telur di tingkat peternak. 

    Ketua Peternakan dan Perikanan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Anton J Supit menuturkan, pengusaha telur ayam terancam gulung tikar saat menanggung beban tinggi terhadap kesimbangan ekonomi. Pengusaha bakal terus merugi saat dihadapkan dengan penurunan harga jual. 
    "Jagung (untuk pakan ayam) itu tidak ada. Dengan  ekonomi yang terbuka dan globalisasi yang ketat, kita tidak bisa lagi cara amatiran, pangan sangat sensitif," ujar Anton dalam pembahasan harga telur di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, 26 Sepetember 2018. 

    Peternakan ayam tak bisa menunda produksi telur dengan menahan pasokan pakan. Menurut dia, pemerintah perlu mengambil langkah stategis agar menjaga harga sekaligus melindungi pengusaha telur terutama tingkat UKM. 

    "Kita harapkan pemerintah ini sudah lah kalau tidak ada ya tolong ada kan, dan impor bukan sesuatu yang haram. Yang  paling penting ketahanan kita bisa membeli barang lebih efisien dan lebih murah," ungkapnya. 

    Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Kendal, Jawa Tengah, Suwardi, mengatakan pihaknya meminta pemerintah untuk segera menekan harga jagung yang menjadi bahan baku utama pakan ternak. Saat ini, harga jagung melambung hingga melebihi Rp5.000 per kg lantaran persediaan berkurang.

    "Di sisi hulu, pemerintah juga harus bisa pastikan ketersediaan jagung dengan harga yang murah demi keberlangsungan peternak," ucapnya.

    Adapun turunnya harga telur saat ini disebabkan permintaan yang berkurang. Sementara kenaikan harga telur pada beberapa waktu silam terjadi lantaran permintaan tinggi yang tak sebanding dengan produksi. 

    "Ini sudah sesuai hukum ekonomi. Ketika permintaan tinggi, harga naik seperti saat puasa dan Lebaran kemarin. Tetapi semua sekarang diatur seharusnya bisa lebih baik," tandasnya. 




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id