comscore

DHE yang Disimpan di Dalam Negeri Bakal Dapat Insentif

Eko Nordiansyah - 25 Januari 2019 16:28 WIB
DHE yang Disimpan di Dalam Negeri Bakal Dapat Insentif
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya)
Jakarta: Pemerintah akan menyiapkan insentif untuk para eksportir yang menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri. Apalagi setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang DHE dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan dan atau pengolahan sumber daya alam (SDA).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan para eksportir yang memiliki kewajiban valuta asing (valas) tetap dipersilakan. Hanya saja pemerintah meminta bukti apakah valas tersebut digunakan untuk bahan baku impor ataupun memenuhi kewajiban utang dalam bentuk valas.
"Jadi begini, dia harus masuk. Tapi kalau dia ada kewajiban yang harus dia bayar pakai valas, boleh tapi tunjukkan buktinya," kata Darmin di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 25 Januari 2019.

Dirinya menambahkan ketentuan ini akan membuat DHE bertahan lebih lama di dalam negeri meski tanpa ketentuan berapa lama disimpan. Bahkan akan ada insentif berupa potongan pajak untuk DHE yang disimpan di dalam negeri, yang secara teknis akan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Kita kemudian menyetel insentifnya. Kalau Anda tukar ke rupiah, pajaknya bisa bisa nol. Pajak bunganya. Uang yang ditaruh di bank. Tapi kalau Anda taruh valas, ya kita kurangi lah pajaknya," jelas dia.

Dalam PP 1/2019 eksportir wajib memasukkan DHE SDA dari sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan dan perikanan ke dalam sistem keuangan Indonesia. Eksportir wajib membuat escrow account pada bank yang melakukan kegiatan usaha dalam valas.

Darmin menjelaskan alasan mengatur DHE SDA adalah karena impor sektor tersebut terbilang tidak ada. Dengan sumber bahan baku dari dalam negeri, pengusaha tidak perlu valas untuk barang modal meskipun menghasilkan devisa.

"Kecuali kalau di industri sementara dia impor lagi, impor bahan baku, bahan mentah, kalau ini enggak diimpor. Sehingga mestinya lebih banyak. Tapi kita enggak perlu persoalkan berapa lama, pokoknya you enggak boleh bawa keluar kecuali bayar kewajiban perusahaan," pungkasnya.

 

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id