BI Dorong Penerbitan SBK sebagai Alternatif Pembiayaan Korporasi - Medcom

    BI Dorong Penerbitan SBK sebagai Alternatif Pembiayaan Korporasi

    Annisa ayu artanti - 25 September 2019 20:14 WIB
    BI Dorong Penerbitan SBK sebagai Alternatif Pembiayaan Korporasi
    Deputi Gubernur Senior BI Destri Damayanti. Foto : MI/Panca.
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) kembali mendorong penerbitan Surat Berharga Komersial (SBK) atau commercial paper sebagai alternatif pembiayaan bagi korporasi.

    Deputi Gubernur Senior BI Destri Damayanti mengatakan penerbitan SBK akan meningkatkan variasi instrumen pasar uang yang ada di dalam negeri. SBK akan menjadi instrumen pembiayaan jangka pendek yang bisa digunakan korporasi.

    "Jadi ini adalah salah satu upaya BI untuk memperdalam pasar uang kita, sehingga tentunya kita berharap dengan pasar uang kita yg makin dalam maka stabilitasnya bisa terjaga," kata Destri di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

    Ia menjelaskan SBK bukan hal baru di Indonesia. Beberapa korporasi telah menerbitkan SBK pada 1998. Namun, saat itu, penerbitan SBK memiliki banyak kegagalan.

    Penggunaan dana SBK di zaman dahulu yang seharusnya digunakan untuk proyek jangka pendek justru digunakan untuk proyek-proyek jangka panjang. Selain itu, kegagalan SBK di zaman dulu adalah tidak adanya unsur keterbukaan sehingga merugikan investor.

    Untuk menyiasati kegagalan di masa lalu itu, Destri mengatakan, BI telah memperbaiki dan membuat peraturan mengenai penerbitan dan transaksi SBK. "Dengan adanya peraturan baru dari BI, kami berupaya untuk melindungi investor di sini," kata Destri.

    Adapun peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penerbitan dan Transaksi Surat Berharga Komersial di Pasar Uang.

    Lalu, Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19 Tahun 2017 tentang Lembaga Pendukung Pasar Uang yang Melakukan Kegiatan Terkait Surat Berharga Komersial di Pasar Uang. Kemudian, Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penerbitan dan Transaksi Surat Berharga Komersial di Pasar Uang.

    Kemudian, Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 20 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19 Tahun 2017 tentang Lembaga Pendukung Pasar Uang yang Melakukan Kegiatan Terkait Surat Berharga Komersial di Pasar Uang.

    "BI menerbitkan peraturan baru yang bertujuan memperdalam pasar uang kita. Kami ingin policy rate yang kami keluarkan bisa bertransmisi juga di sektor keuangan lainnya," jelas dia.

    SBK merupakan alternatif pembiayaan jangka pendek yang diterbitkan oleh korporasi non-bank. Karakteristiknya, SBK diterbitkan dan ditatausahakan tanpa warkat (script less), dialihkan secara elektronik, diterbitkan dengan sistem diskonto, diterbitkan dalam denominasi rupiah atau valuta asing dengan nilai penerbitan paling sedikit Rp10 miliar, serta USD1 juta atau yang setara dengan itu. SBK memiliki tenor selama 1, 3, 6, 9, dan 12 bulan.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id