Asosiasi: Audit Importir Tekstil Bentuk Transparansi

    Ilham wibowo - 07 Oktober 2019 15:23 WIB
    Asosiasi: Audit Importir Tekstil Bentuk Transparansi
    Ilustrasi. Foto : MI/Bagus.
    Jakarta: Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) ikut terlibat dalam satuan tugas bersama Pemerintah untuk mengaudit temuan impor produk tekstil yang makin deras dari Tiongkok. Langkah ini dinilai merupakan bentuk tranparansi dalam upaya meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

    "Kami membentuk Satgas bersama Kemenperin dan Kemendag untuk audit importir, apakah sesuai atau sudah melanggar aturan," kata Ketua API Ade Sudradjat kepada Medcom.id, Senin, 7 Oktober 2019.

    Audit importir yang juga melibatkan Direktorat Jenderal Bea Cukai juga untuk memberikan asas keadilan kepada pelaku usaha dalam menjalankan bisnis. Sehingga, diharapkan ada solusi bagi persoalan yang ada.

    "Kami diajak terlibat supaya memberikan asas keadilan dan ini adalah asas transparansi dari pemerintah, dengan begitu pelaksanaan akan lebih terang benderang," ungkapnya.

    Beberapa importir terutama di kelompok produsen benang sintetis telah diaudit meliputi asal-muasal mendapatkan hingga kuota jumlah barang impor tersebut. Masalah yang jadi temuan Satgas, kata Ade, bakal langsung mendapat rekomendasi penutupan izin impor.

    "Berapa besar kapasitas, berapa yang diimpornya dan kita akan batasi kalau misalnya kapasitas 1000 lalu dia impor 2000 berarti kan ngawur," paparnya.

    Ade memastikan asosiasi yang dipimpinnya bakal mematuhi peraturan pemerintah. Ia juga tak akan pandang bulu dengan memihak apabila oknum yang terlibat merupakan anggota API.

    "Kami tidak akan berikan toleransi  pelanggaran, harus berdiri di atas hukum dan hukum ini tegak supaya bisa melindungi pasar dalam negeri dengan baik. Tentu ini adalah langkah  awal dalam perlindungan dalam negeri, seharusnya sejak dulu dilakukan begitu globalisasi dicanangkan," paparnya.

    Selain penyempurnaan regulasi impor, Ade melanjutkan, Pemerintah juga didorong mengimplementasikan Non-Tariff Barrier (NTB) di sektor pertekstilan. Kebijkan tersebut dinilai ampuh menghambat masuknya produk asing ke pasar domestik dengan persyaratan-persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh suatu produk sebelum memasuki pasar Indonesia.

    "Sebetulnya langkah ini sudah dilakukan oleh Pemerintah Tiongkok, ini langkah mudah mencegah impor masuk ke dalam negeri. Implemetasi di Indonesia tidak pernah ada koordinasi antar kementerian jadinya NTB ini menjadi tajam ke dalam dibandingkan barang yang dari luar, seharusnya pisau tajam ke luar," pungkasnya.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id