Komentar Kementerian BUMN Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok

    Annisa ayu artanti - 16 November 2019 16:29 WIB
    Komentar Kementerian BUMN Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok
    Gedung Pertamina. Foto: Setkab
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menanggapi sikap Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang menolak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dikabarkan akan menjadi salah satu petinggi PT Pertamina (Persero).

    Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan seharusnya serikat pekerja Pertamina bersikap profesional dan mau menerima perubahan struktur manajemen perusahaan yang baru. Begitu juga jika Ahok masuk ke dalam manajemen tersebut.

    "Kita berharap teman-teman di Pertamina, kawan-kawan di Pertamina itu tidak mencampurkan politik dan bisnis. Mereka kan ingin profesional nih mari kita profesional," kata Arya, kepada Medcom.id, Sabtu, 16 November 2019.

    Arya mengatakan sebagai seorang profesional pekerja Pertamina seharusnya juga lebih terbuka melihat Ahok dari segala sisi, tidak hanya dari masa lalunya saja. Khususnya, dalam kinerja Ahok di berbagai profesi. Menurutnya mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut selalu totalitas dalam bekerja.

    "Kan Pertamina orang profesional semua. Kalau profesional pasti mengakui kinerja ahok dari sisi profesional. Kalau tidak mengakui berarti tidak objektif," ucap dia.

    Arya kembali menekankan pekerja Pertamina harus independen dalam hal ini dan tidak mencampuradukan antara bisnis dan politik. "Ini bisnis jangan campurkan ke politik. Mereka harus independent juga sebagai profesional," pungkas dia.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id