Pelabuhan Bitung Sudah Layak Ekspor Langsung

    Medcom - 23 Oktober 2019 18:54 WIB
    Pelabuhan Bitung Sudah Layak Ekspor Langsung
    Kapal pengangkut peti kemas melakukan aktivitas bongkar muat di Terminal Peti kemas Bitung, Sulawei Utara. Foto: Antara/Adwit B Pramono
    Manado: Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, disebut sudah layak untuk melakukan ekspor dan impor barang langsung. Kelak, ekspor dan impor di wilayah timur Indonesia bisa langsung melalui pelabuhan ini tanpa perlu melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, atau Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.

    "Sudah saatnya Pelabuhan Bitung menjadi tempat ekspor barang-barang di wilayah timur, seperti Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, bahkan Papua dan Papua Barat," kata Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Cerah Bangun, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Simpulan itu mengemuka saat diskusi kelompok terfokus (FGD) yang diselenggarakan Kanwil Bea Cukai Sulbagtara. FGD ini mengangkat tema Optimalisasi Ekspor Langsung dari Pelabuhan Bitung.

    Cerah mengatakan Pelabuhan Bitung merupakan satu dari dua hub internasional yang ada di Indonesia, bersama Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara. Meski begitu, pelabuhan ini belum bisa melakukan kegiatan ekspor dan impor langsung.

    FGD menyimpulkan ekspor langsung dari Pelabuhan Bitung menjadi sangat penting karena berkaitan dengan pengurangan waktu dan biaya logistik. "Diperlukan kebijakan khusus untuk menghapus kendala-kendala perdagangan internasional, khususnya untuk produk asli dari wilayah Sulawesi Utara," kata Cerah.

    Selain itu, perlu adanya upaya menggandeng wilayah Indonesia Timur lain untuk mendukung dan mewujudkan pengiriman langsung (direct shipping) dari Pelabuhan Bitung. "Tak terkecuali dukungan dari semua pihak untuk merealisasikan ekspor langsung dari Pelabuhan Bitung," kata dia. 

    Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mendukung optimalisasi Pelabuhan Bitung. Ia berharap semua jenis barang dapat diimpor langsung melalui Pelabuhan Bitung.

    "Jadi, para pengusaha dan masyarakat Sulawesi Utara dapat memanfaatkannya untuk memperkuat perekonomian daerah," kata dia.

    Lokasi Pelabuhan Bitung yang dekat dengan perekonomian Asia juga menjadi keuntungan sendiri. "Ekspor dan impor akan menjadi lebih mudah," kata Olly.

    Dalam FGD ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jenny Karouw, ikut memaparkan materi terkait potensi daerah Sulawesi Utara. General Manager PT Pelabuhan Indonesia Terminal IV (Persero) Petikemas Bitung, M Ayub Rizal, menyampaikan materi soal potensi Pelabuhan Bitung.

    FGD ditutup dengan penandatanganan Piagam Deklarasi Bersama Dukungan Optimalisasi Ekspor Langsung dari Pelabuhan Hub Internasional Bitung. Paraf dibubuhkan Gubernur Sulawesi Utara; Kakanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara; Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado; Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Manado; Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Bitung; serta General Manager PT Pelabuhan Indonesia Terminal IV (Persero) Petikemas Bitung.






    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id