Cara BKPM Jaga Loyalitas Investor Jepang

    Nia Deviyana - 28 Agustus 2019 14:25 WIB
    Cara BKPM Jaga Loyalitas Investor Jepang
    Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
    Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut investor dari negara Asia Timur memiliki karakteristik yang berbeda dengan negara lain dalam berinvestasi.

    Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi menyampaikan bahwa investor negara Asia Timur cenderung disiplin, teliti, dan well prepared ketika memutuskan untuk berinvestasi. Sebab itu, kegiatan after care service dapat menjaga loyalitas investor Jepang.

    "(After care service) berdampak baik bagi pandangan investor Jepang terhadap Indonesia ditengah persaingan dengan negara kompetitor seperti Vietnam, Kamboja, Thailand, dan Malaysia," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 28 Agustus 2019.

    Imam menambahkan dalam berbagai kesempatan Kepala BKPM, Tom Lembong menekankan selain after care service, kegiatan yang pro-active dan being approacheable harus dilakukan terhadap para investor. Selain harus jujur dalam melakukan promosi dan memberikan informasi terkini terkait berbagai peluang investasi kepada investor, BKPM harus menyampaikan kendala-kendala yang mungkin akan dihadapi oleh investor.

    "Promosi yang baik adalah promosi yang tidak hanya menyasar kepada investor baru, tetapi juga harus pro-active dan dapat memberikan kepuasan kepada para loyal investor yang sudah berinvestasi lama di Indonesia. Dengan terus diberikan perhatian dan informasi, selain dapat membuka peluang ekspansi usaha, para loyal investor ini akan bicara di komunitas bisnis mereka dan mempromosikan Indonesia sebagai tempat yang nyaman berinvestasi. Terlebih investor jepang, yang sangat senang didatangi dengan personal approach," jelasnya.

    Menurut data BKPM, Jepang merupakan negara investor kedua terbesar di Indonesia selama periode 2014 triwulan II-2019, total realisasi investasi mencapai USD23,3 miliar. Investasi asal Jepang didominasi sektor peralatan transportasi dan transportasi lainnya (28 persen), listrik, gas dan air (22 persen), perumahan, kawasan industri dan perkantoran (10 persen), serta mesin, elektronik, peralatan kesehatan, optik (tujuh persen).

    Sementara untuk wilayah, investasi Jepang terbesar berada di Pulau Jawa (94 persen) dan Sumatera (lima persen).

    Pada triwulan II-2019, realisasi investasi Jepang mencapai USD1,22 miliar. Pada triwulan I-2019 tercatat sebesar USD1,13 miliar, dan pada 2018 tercatat sebesar USD4,95 miliar.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id