comscore

Pemilik Bank Bali Minta Penjualan Saham Bank Permata Dihentikan

21 Juni 2019 07:46 WIB
Pemilik Bank Bali Minta Penjualan Saham Bank Permata Dihentikan
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Jakarta: Pemilik Bank Bali Rudy Ramli meminta agar proses penjualan saham Bank Permata oleh Standard Chartered Bank dihentikan. Dalam konteks inni, Rudi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penyelidikan terkait penjualan tersebut.

"Saya meminta agar proses penjualan saham itu dihentikan, dan OJK melakukan investigasi khusus," kata Rudy Ramli, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.
Bank Bali adalah salah satu bank yang digabungkan menjadi Bank Permata, bersama empat bank yang lain yakni Bank Umam Nasional, Bank Media, Bank Patriot, dan Bank Universal. Bank Bali menjadi leader dalam proses merger tersebut.

Rudi berharap usaha pemindahan kepemilikan saham Bank Permata milik Standard Chartered Bank (SCB) dilakukan secara transparan. Rudy berharap otoritas yang berwenang untuk menggunakan kekuasaannya untuk melakukan investigasi karena lima alasan utama.

"Transparansi, keadilan dan kebenaran, mempertahankan aset bangsa, dan mencegah terulangnya kasus yang sama demi kehormatan bangsa," kata Rudy.

Namun demikian, persoalannya adalah ketika masuk kelolaan BPPN, Bank Bali dilikuidiasi senilai Rp11,89 triliun. Nilai tersebut jauh lebih besar dari harga beli yang dikeluarkan Standard Chartered yakni hanya senilai Rp2,77 triliun. "Sehingga ada potensi kerugian sekitar Rp9 triliun," kata Rudy.

Kerugian ini, kata Rudy, diprediksi akan semakin besar dengan aksi Standard Chartered yang berupaya melepas saham-sahamnya di Bank Permata. Oleh karena itu, terkait hal tersebut, Rudy telah melaporkan persoalan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Oktober 2018 lalu.

"Sementara baru itu langkah hukum yang kami lakukan. Normalnya calon investor Bank Permata mungkin akan berpikir ulang untuk membeli saham dari Standard Chartered. Namun kalau ternyata sampai ada pembeli yang jadi, kami mempertimbangkan untuk melakukan langkah hukum lain," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id