Industri Semen Didorong Bidik Pasar Domestik

    Husen Miftahudin - 09 Januari 2017 19:18 WIB
    Industri Semen Didorong Bidik Pasar Domestik
    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO Dokumentasi Kemenperin).
    medcom.id, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan investasi pada industri semen di Indonesia sepanjang 2016 sebanyak Rp15 triliun. Namun demikian, capaian itu harus diimbangi dengan pemenuhan semen untuk pasar domestik yang peluangnya masih cukup besar.

    Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebut, konsumsi semen nasional saat ini sebesar 243 kilogram (kg) per kapita. Jumlah tersebut masih jauh bila dibandingkan total konsumsi negara-negara di ASEAN.

    "Malaysia sudah sebesar 751 kg per kapita, Thailand sebesar 443 kg per kapita dan Vietnam sebesar 661 kg per kapita," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (9/1/2017).

    Kemenperin, lanjutnya, akan terus mendorong penggunaan semen dalam negeri pada program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah. Ini untuk mendongkrak konsumsi semen nasional.

    "Kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta instansi lainnya, sehingga diharapkan utilisasi industri semen nasional dapat ditingkatkan," tutur Airlangga.

    Di sisi lain, pemerintah terus menjaga iklim usaha tetap kondusif agar semen nasional dapat berkembang dengan mengendalikan impor semen maupun klinker, mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen, serta penerapan dan penegakan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib maupun pengembangannya.

    "Selain itu, kami juga meminta kepada pelaku industri semen nasional agar terus membangun budaya inovasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat baik di tingkat regional maupun internasional," paparnya.

    Apalagi, lanjut Airlangga, inovasi tersebut juga akan menjadi keuntungan bagi perusahaan agar menjadi lebih efisien terutama dalam mengatasi kelebihan kapasitas produksi semen dalam negeri, yang sejak 2015 mencapai 25 persen dari kebutuhan.

    Guna mendorong peningkatan daya saing, kata dia, pelaku industri di seluruh dunia sedang bertransformasi untuk menyambut Revolusi Industri yang keempat atau dikenal dengan istilah Industri 4.0 yang menekankan pada Platform Internet of Things untuk mencari langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi proses produksi agar mencapai output yang maksimal.

    "Industri semen diharapkan dapat melakukan transformasi sesuai dengan perkembangan teknologi Industri 4.0 yang dapat diterapkan secara bertahap," tutup Airlangga.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id