Genjot Ekspor, Indonesia Eximbank Gandeng 11 PTN

    Husen Miftahudin - 21 Desember 2017 19:47 WIB
    Genjot Ekspor, Indonesia Eximbank Gandeng 11 PTN
    Kerja Sama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank menggandeng 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Medcom/Husen M.
    Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank menggandeng 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) membentuk Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Ekspor Indonesia atau University Network for Indonesia Export Development (UNIED). Jaringan itu diharap mampu meningkatkan sinergi dan kerja sama untuk mendukung kegiatan riset demi pengembangan ekspor nasional.

    Adapun 11 PTN yang tergabung dalam UNIED adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Riau (UNRI), Universitas Mataram (UNRAM), dan Universitas Udayana (UNUD).

    Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Shintya Roesly mengatakan, UNIED dibentuk sebagai wadah bagi perguruan tinggi agar dapat membantu memberikan solusi dalam pengembangan ekspor, baik sebagai network of knowledge, enable dan fasilitator, maupun sebagai eksportir.

    "Dari perguruan tinggi memang punya kapasitas dan kapabilitas, baik itu dari riset hingga kajian-kajian yang nantinya bisa bermanfaat bagi pengembangan regulasi kebijakan berdasarkan research based, regulatory ataupun policy seputar ekspor," kata Shintya di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Desember 2017.

    Shintya berharap UNIED dapat menyumbangkan pemikiran-pemikiran untuk kemajuan pengembangan ekspor nasional yang mampu menggali potensi ekspor di masing-masing provinsi tempat universitas anggota UNIED. Sinergi Indonesia Eximbank dan PTN itu sejalan dalam perannya masing-masing dalam rangka mendorong ekspor nasional maupun pengabdian masyarakat.

    "Kami sangat mengharapkan suatu langkah konkret dari kita bersama karena perguruan tinggi punya berbagai sektor atau center excelent seperti di IPB yang punya pengembangan sawit yang memang jadi komoditi utama ekspor nasional kita. Kemudian di UGM punya inkubator untuk UKM, kemudian di UI punya UKM center dan sekarang kita kaitkan secara spesifik untuk ekspornya," tegas dia.

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati juga berharap adanya kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan ide-ide melalui topik dan hasil penelitian serta pengembangan kinerja ekspor Indonesia. Perguruan tinggi harus turut berkontribusi dalam perumusan kebijakan, regulasi, dan strategi operasional dalam pengembangan ekspor nasional.

    "Utamanya dalam rangka peningkatan daya saing ekspor melalui produk-produk ekspor unggulan Indonesia," paparnya.

    Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir berharap UNIED memunculkan inovasi pengembangan produk ekspor nasional. Karena langkah ini akan mengurangi produk impor yang sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri.

    Kampus yang tergabung pun diminta untuk segera menggodok target yang harus dicapai dalam waktu dekat. Dia bilang, kerja sama itu harus ada progres, tidak berhenti pada seremonial belaka.

    "Kami mohon untuk kerja sama ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bukan hanya setelah MoU kemudian berhenti di laci, tapi kalau bisa harus punya target yang nyata untuk ekspor nasional," pungkas Nasir.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id