Cerita Bos Sarinah Saksikan Bom Thamrin

    Husen Miftahudin - 15 Januari 2016 15:41 WIB
    Cerita Bos Sarinah Saksikan Bom Thamrin
    Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Ira Puspa Dewi (tengah) saat menceritakan pengalamannya saat mendengar ledakan di Thamrin. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)
    medcom.id, Jakarta: Aksi teror bom yang terjadi di Pos Polisi Lalu Lintas (Pospol Lantas) Jalan MH Thamrin dan Menara Skyline menjadi cerita bersejarah bagi para saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Ledakan bom dan aksi tembak-tembakan sang teroris dengan aparat kepolisian menjadi momen tak terlupakan.

    Begitu juga dengan Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Ira Puspa Dewi. Orang nomor satu yang mengelola pusat perbelanjaan tertua di Indonesia ini merupakan salah satu saksi yang secara langsung melihat kejadian dari ruangannya yang berada di lantai 10 gedung Sarinah.

    Dia menceritakan, jendela ruangannya merupakan yang terbesar di gedung Sarinah. Menghadap ke arah Pospol Lantas yang menjadi tempat kejadian perkara. Mantan bos GAP Inc. ini awalnya mengira bahwa ledakan tersebut merupakan aksi bunuh diri.

    "Saya melihat bom pertama yang lebih kecil dari bom kedua itu berjarak 30 detik. Saya lihat langsung pos polisi sudah hancur. Ada tiga orang yang sudah jadi mayat, salah satunya perutnya (korban ledakan di Pospol Lantas) berasap. Saya menduga itu bom bunuh diri," ujar Ira, di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2016).

    Dia menggambarkan, reaksi awal saat ledakan pertama terjadi, semua karyawan Sarinah dan karyawan tenant yang berjumlah 800 orang langsung panik. Beberapa dari karyawan, kata Ira, ada yang menangis dan ada yang trauma dengan kejadian ledakan tersebut.

    Ira yang dibantu petugas keamanan dan sekretarisnya pun langsung menenangkan semua karyawan yang ada. Sayangnya, aksi teror tersebut tak berhenti di ledakan Pospol Lantas yang langsung menewaskan tiga orang tersebut.

    "Awalnya kita berhasil menenangkan. Kemudian pas turun ada tembakan dan situasi di bawah jadi tak menentu. Kami putuskan (untuk tetap tinggal) di dalam (gedung). Karyawan kantor dan semua penghuni toko Sarinah kami sarankan sebaiknya tetap berada di dalam gedung dan menjauhi jendela," papar dia.

    Ira mengaku bahwa kejadian tersebut sangat mengharukan karena pascakejadian, semua penghuni gedung Sarinah keluar secara bertahap pada pukul 2 dan 3 sore. Namun begitu, ia mengimbau kepada para karyawan agar keesokan harinya (hari ini) aktivitas jual-beli toko dan perkantoran harus berjalan dengan normal.

    "Mereka pada punya semangat seperti itu. Kita mau hidup berjalan normal. Semangat teman-teman dari kemarin seperti itu. Saya bersyukur sebagai salah satu gedung paling tua dan pertama di Indonesia kita sudah cukup terlatih. Termasuk saat kebakaran, dalam 15 menit api padam oleh keamanan kami," tutup Ira.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id