• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 bumn  

Kemenkeu Kaji Usulan PMN Rp31,6 Triliun dari Tiga BUMN

Dian Ihsan Siregar - 11 Juli 2018 20:15 wib
Illustrasi. ANT/AKBAR NUGROHO GUMAY.
Illustrasi. ANT/AKBAR NUGROHO GUMAY.

Jakarta: Sebanyak tiga perusahaan Badan Usaha Milik negara (‎BUMN) mengusulkan Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp31,6 triliun di 2019. Total dari anggaran itu untuk PT Hutama Karya (Persero) Rp12,5 triliun, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Rp15 triliun, dan PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) Rp 4,1 triliun.

Dengan adanya usulan PMN dari tiga BUMN, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengkaji‎ atas usulan tersebut. Hingga saat ini pun, Kemenkeu belum menerima langsung rincian usulan dari Kementerian BUMN.

"Akan di-review, jadi nanti dilihat apa sih latar belakangnya, supaya jelas. Usul boleh saja," ucap Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Kemenkeu pun tidak berkeberatan atas usulan Kementerian BUMN mengenai PMN kepada DPR lewat Komisi VI. Namun, usulan itu akan disesuaikan terlebih dahulu dengan kemampuan fiskal di tahun depan.

Jika tahu kemampuan fiskal, lanjut dia, maka akan dilakukan kajiannya. "Kemampuan fiskal harus dilihat, usul boleh-boleh saja. Tapi akan kita review," tutur Askolani.‎

Pada Selasa, 10 Juli 2018 Komisi VI dengan pemerintah melakukan rapat kerja. Dalam rapat kerja tersebut, Komisi VI memahami usulan Kementerian BUMN terkait tiga perusahaan yang akan melakukan penyertaan modal negara (PMN) 2019 sebesar Rp31,6 triliun.

Ketiga usulan PMN, Hutama Karya sebesar Rp12,5 triliun yang dialokasikan untuk percepatan pembangunan jalan tol Trans Sumatera. PLN menginginkan PMN sebesar Rp15 triliun untuk memperbaiki struktur permodalan dan kapasitas usaha untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Kemudian, ada PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) (Persero) sebesar Rp4,1 triliun. PMN yang diinginkan PANN akan digunakan untuk restrukturisasi utang subsidiary loan agreement (SLA), yakni konversi utang pokok SLA menjadi PMN sebesar Rp2,3 triliun dan penghapusan bunga denda Rp1,8 triliun.


(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.