Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Tembus Rp185,88 Triliun

    Eko Nordiansyah - 28 Februari 2019 17:42 WIB
    Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Tembus Rp185,88 Triliun
    Ketua Bersama AAJI Maryoso Sumaryono (tengah). (FOTO: dok AAJI)
    Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi sampai dengan kuartal IV-2018 mengalami perlambatan menjadi Rp185,88 triliun. Penurunan dipengaruhi oleh menurunnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance sebesar 11,2 persen serta berkontribusi sebesar 42,9 persen dari keseluruhan total pendapatan premi industri asuransi jiwa.

    "Tercatat pendapatan premi bisnis baru yang berasal dari produk asuransi kesehatan memiliki kontribusi sebesar 4,8 persen dari keseluruhan total pendapatan premi bisnis baru pada Kuartal IV-2018. Hal ini menunjukkan bahwa produk asuransi kesehatan masih diminati oleh masyarakat Indonesia," kata Ketua Bersama AAJI Maryoso Sumaryono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.

    Dirinya menambahkan perlambatan pertumbuhan industri asuransi jiwa sebesar 19,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total pendapatan premi yang turut melambat lima persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini tak lepas dari kondisi perekonomian global selama tahun lalu.

    "Di kuartal IV-2018, keseluruhan total pendapatan industri asuransi jiwa mengalami perlambatan, kinerja industri asuransi jiwa, mencatatkan penurunan pertumbuhan Industri sebesar 19,4 persen, dibandingkan dengan kuartal IV-2017," ungkapnya.

    Sementara itu, hasil investasi industri asuransi jiwa juga turut mengalami perlambatan sebesar 84,5 persen jika dibandingkan pada tahun sebelumnya menjadi Rp7,83 triliun. Meski demikian, hasil investasi tetap mengalami kenaikan sebesar 509,8 persen dibandingkan kuartal III-2018.

    "Total pendapatan industri asuransi jiwa di kuartal IV-2018 mengalami perlambatan, dikarenakan pengaruh kondisi pertumbuhan ekonomi global dan nasional, tetapi pertumbuhan hasil investasi secara kuartal dari kuartal II sampai dengan kuartal IV di 2018 yang meningkat, tetap memberikan harapan positif di tahun berikutnya," jelas dia.

    Dalam hal hasil investasi industri asuransi jiwa di kuartal IV-2018, mengalami perlambatan sebesar 84,5 persen jika dibandingkan pada tahun sebelumnya menjadi Rp7,83 triliun. Penurunan kinerja hasil investasi asuransi jiwa disebabkan penurunan harga pasar pada investasi saham dan reksa dana.

    "Namun, apabila dibandingkan kuartal III-2018, hasil investasi di kuartal IV-2018 menunjukkan adanya peningkatan yang tinggi, yaitu sebesar 509,8 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa IHSG sudah menguat dan industri asuransi jiwa optimis untuk hasil investasi akan semakin membaik," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id