BRI Tinjau Kemungkinan Penurunan Suku Bunga

    Nia Deviyana - 23 Agustus 2019 21:13 WIB
    BRI Tinjau Kemungkinan Penurunan Suku Bunga
    Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
    Jakarta: Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempertimbangkan kemungkinan penurunan suku bunga menyusul turunnya kembali suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7 Days Repo Rate) sebesar 25 basis poin.

    "Kita akan hitung-hitung lagi untuk penurunan suku bunga berikutnya, karena BRI baru saja menurunkan suku bunga kredit 25-50 bps bulan ini," ujar Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Rapat Dewan Gubernur BI 21-22 Agustus 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen

    Selain itu, otoritas juga menurunkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing sebesar 25 bps. Sehingga, suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility menjadi 6,25 persen.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan tersebut konsisten dengan rendahnya prakiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen plus minus satu persen. Kemudian karena tetap menariknya imbal hasil investasi aset keuangan domestik sehingga mendukung stabilitas eksternal.

    "Serta, sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan dari dampak perlambatan ekonomi global," ungkap Perry.

    Sementara itu, strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi pasar uang sehingga memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif. Sedangkan, kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian, termasuk pembiayaan ramah lingkungan.

    Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Ke depan, ucapnya, Bank Indonesia akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya untuk terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.

    "Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA)," pungkas dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id