Ketua Umum Baru Asosiasi Pertekstilan Janji Tak akan Eksklusif

    Ilham wibowo - 16 Januari 2020 13:25 WIB
    Ketua Umum Baru Asosiasi Pertekstilan Janji Tak akan Eksklusif
    Ilustrasi industri tekstil. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana
    Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan (API) terpilih periode 2020-2023, Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, menegaskan pihaknya akan merangkul seluruh pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Tanah Air. Kolaborasi pemain industri hulu hingga hilir perlu diperkuat untuk mengakselerasi kinerja pertumbuhan.

    "Saya harus konsolidasi ke dalam, saya harus merangkul semua pelaku TPT, baik pengurus daerah maupun yang di nasional semua harus saya rangkul," kata Jemmy kepada Medcom.id, Kamis, 16 Januari 2020.

    Jemmy yang juga Direktur Utama PT Dhanar Mas Concern itu terpilih menggantikan Ketua Umum API periode sebelumnya yakni Ade Sudrajat setelah memenangkan proses pemilihan dalam Musyawarah Nasional XV API di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

    Jemmy yang juga pernah menjabat API Jawa Barat itu unggul atas pesaingnya dengan mengantongi 217 suara dari total 488 suara pemilih. Ia mengalahkan kandidat lain seperti Iwan Setiawan Lukminto (Bos PT Sri Rejeki Isman/Sritex), Djuno Martini, Anne Patricia (Bos PT Pan Brothers), dan Irwandy MA Rajabasa.

    Menurut Jemmy, aspirasi langsung dari para pelaku industri TPT sangat penting menghadapi tantangan dan persaingan global. Apalagi, industri TPT saat ini jadi prioritas Kementerian Perindustrian lantaran berperan sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    "Saya harus terima masukan dari mereka seperti permasalahannya apa dan kita harus inventarisasi dulu dan baru saya bisa menyebutkan apa skala prioritas jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang akan dilakukan," ungkapnya.

    Beragam aspirasi telah disampaikan seperti perlu adanya safeguard dari Pemerintah bagi produk pakaian jadi. Penetapan harga minimum sebagai dasar pengenaan pajak hingga perlu adanya revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2019. Keempat, revisi Permendag 77/2019 tentang Impor Tekstil dan Produk Tekstil juga jadi fokus yang perlu diselesaikan.

    "Inventarisasi masalah ini perlu waktu, masalah di Jabar, Jateng, Jatim dan DIY ini beda-beda dan kebetulan saya hanya dari Jabar. Kemudian sektor tekstil cukup banyak dari hulu ke hilir dan permasalahan di masing masing sektor pun beda," ungkapnya.

    Saat ini, anggota API yang tercatat secara nasional aktif hanya 626 perusahaan. Jumlah tersebut dinilai sangat kecil dibandingkan industri TPT secara keseluruhan yang diperkirakan mencapai 100 ribu perusahaan.

    Jemmy pun memastikan bakal merangkul seluruh pelaku industri TPT hingga minimal terakomodasi 70 persen perusahaan secara nasional. Soliditas dari pelaku usaha diyakini bisa menjadi jembatan yang kuat dalam mengimplementasikan program pemerintah menjadikan Indonesia 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030.

    "Program pemerintah akan lebih baik dan lebih indah apabila dibantu



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id