Sumatera Selatan Remajakan Lahan Sawit Terbanyak sejak 2017

    Antara - 06 Januari 2020 13:46 WIB
    Sumatera Selatan Remajakan Lahan Sawit Terbanyak sejak 2017
    Ilustrasi lahan sawit. Foto : MI/PANCA SYURKANI.
    Palembang: Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah yang terbanyak meremajakan lahan sawit dalam program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR sejak dicanangkan pada 2017.

    Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Rudi Arpian mengatakan pada tahun 2019 lalu daerah ini telah meremajakan lahan sawit seluas 12.854 hektare (ha).

    “Capaian ini lebih tinggi dari empat provinsi lainnya yakni Riau, Aceh, Jambi dan Sumatera Barat,” kata dia dikutip dari Antara, Senin, 6 Januari 2020.

    Berdasarkan data tahun 2019, Provinsi Riau meremajakan lahan sawit seluas 12.436 ha, Provinsi Aceh seluas 8.653 ha, Provinsi Jambi seluas 7.470 ha dan Provinsi Sumatera Barat seluas 5.415 ha.

    Sementara pada 2018, Sumsel meremajakan 8.531 ha, Riau 5.611 ha, Aceh 4.086 ha, Kalimantan Barat 2.884 ha, dan Kalimantan Tengah 2.024 ha. Sedangkan pada 2017 Sumsel 7.273 ha, Riau 3.593 ha, Jambi 1.192 ha, Kalimantan Tengah 1.175 ha dan Sumatera Utara 898 ha.

    Meski menjadi yang terbanyak dalam tiga tahun terakhir, menurut Rudi potensi peremajaan lahan sawit di daerah ini masih tinggi karena dari 1,18 juta ha lahan sawit yang ada terdapat 21.343 ha yang tanamannya sudah berusia tua.

    Oleh karena itu, pemerintah mendorong kelompok tani untuk memanfaatkan program PSR yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

    “Realisasi setiap tahun terus bertambah, berbeda saat awal di 2017 yang sangat rendah. Kini, petani didampingi agar bisa mengakses program PSR ini,” kata dia.

    Program peremajaan sawit rakyat diresmikan Jokowi di Musi Banyuasin, Sumsel, 13 Oktober 2017 bertujuan untuk meningkatkan produktivitas panen dari 2,5 ton CPO per hektare menjadi 8 ton CPO per hektare.

    Biaya Rp25 juta per hektare itu ditanggung oleh BPDPKS dengan syarat lahan harus bersertifikat, memiliki dana pendampingan, lahan yang tidak produktif yakni kurang dari 10 ton/hektare per tahunnya dan kurang dari 4 hektare.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id