16 Kesepakatan Indonesia dan UEA

    Antara - 13 Januari 2020 09:40 WIB
    16 Kesepakatan Indonesia dan UEA
    Presiden Joko Widodo. FOTO: AFP.
    Abu Dhabi: Indonesia dengan Uni Emirates Arab (UEA) menyepakati 16 kesepakatan yakni terdiri dari lima perjanjian kerja sama antara dua pemerintah dan 11 lainnya antara pelaku usaha.

    Presiden Joko Widodo mengapresiasi kemajuan yang signifikan dalam hubungan kerja sama antara Indonesia dan UEA saat mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Mohamed bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, UEA, Minggu, 12 Januari 2020.

    "UEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi," ucap Presiden Jokowi, seperti dikutip dari Antara.

    Sementara itu, Putra Mahkota mengatakan bahwa hubungan kedua negara masih dapat ditingkatkan. "Kita dapat memulai era baru hubungan kedua negara yang lebih erat," kata Putra Mahkota Mohamed bin Zayed.

    Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed juga menyaksikan pertukaran 16 perjanjian kerja sama antara delegasi Indonesia dan UEA. "Saya sangat sambut baik, hari ini 16 perjanjian kerja sama dapat dilakukan," kata Presiden Jokowi.

    Adapun perjanjian kerja sama tersebut terdiri atas lima perjanjian antarpemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

    Selain itu, terdapat pula 11 perjanjian bisnis antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar USD22,89 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.

    Lima kerja sama antara pemerintah atau G to G yakni Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Agama RI dengan General Authority of Islamic Affairs and Endowments of the United Arab Emirates terkait kerja sama di bidang urusan agama Islam dan wakaf.

    Kedua, MoU antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Menteri Pendidikan UEA terkait kerja sama di bidang pendidikan. Ketiga, MoU antara Menteri Pertanian RI dan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA terkait kerja sama di bidang pertanian dan diversifikasi pangan.

    Keempat, MoU antara Menteri Kesehatan RI dengan Menteri Kesehatan dan Pencegahan UEA terkait kerja sama kesehatan. Kelima, MoU antara BNPT dan National Intelligence Service of United Arab Emirates terkait kerja sama konter terorisme.

    Sementara kerja sama antara pelaku usaha atau B to B, Indonesia dan UAE sepakat bekerja sama dalam proyek senilai USD22,89 miliar, UEA akan berpartisipasi berkisar 30 persen di antaranya atau sekitar USD6,8 miliar.

    Tercatat ada sekitar 11 kerja sama yang ditandatangani dan disaksikan langsung baik oleh Presiden Jokowi maupun Putra Mahkota UEA Mohammed Bin Zayed.

    Kerja sama yang dimaksud yang pertama Power Purchase Agreement (PPA) antara konsorsium PT. PJB Investasi (PT. PJBi dan Masdar) dan PT. PLN (Persero) dalam "Floating Solar PV PP 145 MWAC" di Danau Cirata, Jawa Barat, senilai USD129 juta.

    Kedua, Refinery Investment Principle Agreement (RIPA) antara Mubadala Investment Company dan PT Pertamina (Persero) untuk melanjutkan negosiasi dalam seleksi kemitraan setara untuk PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB)-RDMP RU V. senilai USD5,5 miliar.

    Ketiga, kontrak penyediaan LPG antara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dan PT Pertamina senilai USD270 juta. Keempat, Project Execution Agreement-Gresik Container Terminal antara DP World dan PT Pelabuhan Indonesia Maspion senilai USD1,2 miliar.

    Kelima, amendemen MoU antara Emirates Global Aluminium (EGA) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) senilai USD71 juta.

    Keenam, MoU terkait "Evaluate a Potential Crude to Petrochemical Complex Project at Balongan" antara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dan PT Pertamina (Persero) dalam hal proyek Balongan di Jawa Barat senilai USD12,6 miliar.

    Ketujuh, Long Term Naphta Supply Contract antara ADNOC dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk senilai USD3 miliar. Kedelapan, MoU antara SAAL Operating System-Sole Proprietorship LLC (Saal.ai) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) dalam hal implementasi pendidikan digital untuk K-12 di Indonesia senilai USD23,5 juta.

    Kesembilan, MoU & Non-Disclosure Agreement (NDA) antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) dan TW Container Services Ltd. (TWCS) bertajuk "Development of a Custom Bounded Third Party Logistics Park, Dry Port and Inland Container Depot" di Subang, Jawa Barat, senilai USD100 juta.

    Kesepuluh, MoU antara Elite Agro LLC, UAE dan Indonesian Agency for Agricultural Research And Development (IAARD), Kementerian Pertanian RI terkait "Research and Development Collaboration for Agricultural Crops Commercialization" di Lembang, Jawa Barat.

    Kesebelas, Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Lulu Group International terkait optimalisasi penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat melalui empowerment dan program capacity building.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id