comscore

Menperin Bakal Kaji Pembatasan Impor Barang Konsumsi

Suci Sedya Utami - 16 Agustus 2018 15:08 WIB
Menperin Bakal Kaji Pembatasan Impor Barang Konsumsi
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk memaksimalkan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan mengurangi impor sehingga membuat neraca dagang Indonesia terserang defisit.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya akan mengkaji jenis barang konsumsi yang selama ini banyak dipasok dari impor.
"Akan dikaji lagi dan kebanyakan barang konsumsi," kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018.

Sementara untuk jenis barang bahan baku dan barang modal, dia mengatakan sejauh ini masih diperlonggar untuk impor terutama untuk barang bahan baku yang untuk industri yang berorientasi ekspor.

"Tapi kalau barang yang masih diperlukan untuk bahan baku industri tentu tidak dipersulit," tutur Ketum Golkar ini.

Pemerintah melalui Kermenterian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya akan membatasi impor barang konsumsi yang masuk ke Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk menekan defisit transaksi berjalan (CAD) yang melebar karena tingginya impor sementara ekspor masih terbatas. Apalagi beberapa impor barang konsumsi merupakan barang yang bisa diproduksi di dalam negeri.

"Barang konsumsi tadi diidentifikasi lebih dari 500 jenis komoditas yang bisa diproduksi dalam negeri. Ini kami lakukan sebagai langkah-langkah kendalikan impor," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan nilai impor Indonesia pada Juli 2018 mencapai USD18,27 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 62,17 persen dibanding Juni 2018. Jika dibandingkan Juli 2017, impor bulan lalu meningkat  hingga 31,56 persen.

Menurut penggunaan barang, impor barang konsumsi tercatat USD1,72 miliar atau naik 60,75 persen (yoy). Dibandingkan bulan sebelumnya, impor barang konsumsi naik hingga 70,50 persen dengan porsi 9,41 persen terhadap seluruh impor.

Sementara itu, impor bahan baku/penolong mengalami kenaikan 30,07 persen (yoy) menjadi USD13,67 miliar. Beberapa bahan baku/penolong yang mengalami kenaikan di antaranya adalah kapas dari Amerika Serikat, kedelai, bahan kimia, dan bahan kimia organik untuk bahan baku industri.

Sementara impor barang modal di Juli 2018 tercatat USD2,88 miliar atau naik 24,81 persen (yoy) dan naik 71,95 persen (mtm). Impor barang modal mempunyai andil 15,75 persen terhadap keseluruhan impor Juli 2018.

 

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id