Luhut: Investasi Perikanan Jepang di Natuna Dimulai Tahun Ini

    Antara - 04 Februari 2020 12:02 WIB
    Luhut: Investasi Perikanan Jepang di Natuna Dimulai Tahun Ini
    Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: MI/BARY FATHAHILAH
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut investasi Jepang di bidang perikanan dan pariwisata di Natuna, Kepulauan Riau, segera dimulai tahun ini. Luhut menyampaikan hal tersebut setelah bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii.

    "Tahun ini (realisasinya). Sudah ada time table-nya semua. Kita bisa mulai produksi sampai segala macam itu akhir 2021," kata Luhut, seperti dikutip dari Antara, di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

    Menurut purnawirawan Jenderal TNI itu, kedatangan Dubes Ishii membahas mengenai rencana kerja sama dan investasi negeri Sakura di Indonesia. "Dia (Jepang) ingin masuk lebih banyak di Indonesia, seperti hydropower, mereka juga ingin masuk," imbuhnya.

    Dalam kesempatan terpisah, Dubes Ishii menuturkan investasi Jepang di Indonesia cukup besar, bahkan nilainya mencapai USD4,1 miliar pada 2019. "Saya rasa perusahaan Jepang sangat senang berinvestasi di Indonesia. Saya harap kondisinya membaik dengan Omnibus Law yang sedang dibicarakan itu," tukasnya.

    Sebelumnya, dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu ke Jakarta, Pemerintah Indonesia mendorong Jepang untuk meningkatkan investasi di pulau-pulau terluar termasuk Natuna. Kedua negara kemudian sepakat memperkuat kerja sama di bidang pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di pulau-pulau terluar, termasuk di Natuna.

    “Indonesia mengharapkan agar SKPT fase kedua dapat ditindaklanjuti,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi usai melakukan Dialog Strategis ke-7 dengan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu.

    Tahun lalu, Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) menghibahkan dana senilai 2,5 miliar yen atau sekitar Rp324 miliar untuk pengembangan enam SKPT di pulau-pulau terluar di Indonesia, salah satunya di Natuna.

    Khusus untuk Natuna, dana hibah yang dialokasikan untuk pembangunan SKPT sebesar 983 ribu yen atau sekitar Rp124 juta dan telah dilakukan pengembangan fase pertama.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id