Uang Palsu Paling Banyak Beredar di Pulau Jawa

    Husen Miftahudin - 26 Februari 2020 19:28 WIB
    Uang Palsu Paling Banyak Beredar di Pulau Jawa
    Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI.
    Jakarta: Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Victor Togi Tambunan menyebutkan Pulau Jawa menjadi wilayah dengan temuan uang rupiah palsu terbanyak. Hal ini berdasarkan kasus yang berhasil diungkap Korps Bhayangkara selama Januari-Februari 2020.

    "Kalau sampai saat ini paling banyak diungkap di Jawa. Di wilayah (lain) ada, tetapi tidak sebanyak yang di Jawa," ujar Victor di kompleks perkantoran Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020.

    Pernyataan Victor sejalan dengan temuan Bank Indonesia terhadap peredaran uang rupiah palsu. Pada 2018, ada sebanyak 237.431 lembar uang rupiah palsu yang ditemukan secara nasional. Dari angka tersebut, sebanyak 125.205 lembar ditemukan di Pulau Jawa.

    Pulau Sumatra nomor dua dengan penemuan 15.150 lembar uang rupiah palsu. Disusul Pulau Kalimantan dengan temuan 6.244 lembar uang rupiah palsu, kemudian wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan temuan uang rupiah palsu sebanyak 5.928 lembar. Paling buncit wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan temuan 4.425 lembar uang rupiah palsu.

    Selama Januari-Februari, Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan uang palsu di Jakarta, Bekasi, Bogor, Wonosobo, dan Magelang. Tak tanggung-tanggung, uang palsu yang siap edar tersebut sebanyak Rp3,4 miliar.

    Menurutnya, pengungkapan peredaran uang palsu butuh peran serta masyarakat. Kesadaran masyarakat masih minim sehingga mereka enggan melapor ke kepolisian terkait temuan uang palsu.

    "Jadi kami melihat ya apakah masyarakat belum tahu tentang uang palsu atau masyarakat enggan menjadi saksi atau faktor apa mungkin. Tetapi kita tetap mengimbau lewat media supaya tidak takut memberi laporan," tegasnya.

    Victor mengakui pengungkapan kasus uang palsu kebanyakan dari upaya penyelidikan kepolisian. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat turut berpartisipasi dan melaporkan setiap temuan uang palsu yang beredar.

    "Pengungkapan ini murni (upaya) aparat penegak hukum karena info dari masyarakt itu minim, kami justru mengandalkan penyelidikan kami. Masyarakat kan banyak, kalau aktif memberi informasi, kita bisa lebih banyak lagi menindak peredaran uang palsu," tutup Victor.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id