Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Awal 2019

    Angga Bratadharma - 28 Februari 2019 10:29 WIB
    Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Awal 2019
    Gedung OJK (Foto: OJK)
    Jakarta: Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas dan likuiditas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga, sejalan dengan penguatan kinerja intermediasi dan perbaikan profil risiko lembaga jasa keuangan pada Januari 2019.

    Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo mengungkapkan beberapa sentimen positif mendorong penguatan pasar keuangan global dan aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia. Sedangkan kebijakan the Fed diperkirakan semakin akomodatif, terlihat dari pernyataan-pernyataan pejabat the Fed yang cenderung dovish.

    "Hal ini menguatkan ekspektasi pasar bahwa the Fed belum akan meningkatkan suku bunga kebijakannya. Di samping itu, sentimen positif juga berasal dari turunnya tensi perang dagang seiring berlangsungnya perundingan dagang AS dan Tiongkok," kata Anto, seperti dikutip dari keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.

    Sejalan dengan hal tersebut, masuknya investasi portofolio ke pasar keuangan domestik mendorong surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal terakhir di 2018. Sementara itu, rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 sebesar 5,17 persen yoy, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

    "Meningkatkan keyakinan investor bahwa permintaan akan semakin solid, diikuti dengan penguatan sektor produksi ke depan," ujarnya.

    Sejalan dengan sentimen positif tersebut, nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di Januari 2019. Nilai tukar rupiah menguat 2,9 persen mtm. Sementara IHSG meningkat 5,5 persen mtm dengan investor nonresiden membukukan pembelian sebesar Rp13,8 triliun.

    Secara sektoral, kontributor terbesar kenaikan IHSG berasal dari sektor keuangan, infrastruktur, dan barang konsumsi. Sentimen positif tersebut juga memengaruhi relatif stabilnya imbal hasil di pasar SBN dan pembelian investor nonresiden sebesar Rp16,7 triliun.

    Pada Januari, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan meneruskan tren pertumbuhan. Kredit perbankan dan piutang pembiayaan tumbuh masing-masing sebesar 11,97 persen yoy dan 5,36 persen yoy atau menguat dibandingkan dengan periode sebelumnya.

    "Kredit kepada industri pengolahan, salah satu sektor dengan porsi kredit terbesar tumbuh menguat sebesar 11,63 persen yoy. Pertumbuhan kredit pertambangan dan konstruksi juga melanjutkan pertumbuhan masing-masing sebesar 23,28 persen yoy dan 24,42 persen yoy," kata Anto.

    Penghimpunan dana perbankan tumbuh stabil pada level moderat, tercermin dari DPK yang tumbuh sebesar 6,39 persen yoy. Sementara itu, asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi berhasil menghimpun premi masing-masing sebesar Rp15,4 triliun dan Rp8,5 triliun pada Januari 2019.

    Di pasar modal, korporasi berhasil menghimpun dana Rp6,5 triliun di sepanjang Januari 2019, dengan jumlah emiten baru sebanyak dua perusahaan. Sementara itu, total dana kelolaan investasi tercatat sebesar Rp762 triliun, meningkat 7,23 persen dibandingkan dengan posisi yang sama di 2018.

    Profil risiko lembaga jasa keuangan juga terjaga pada level yang manageable. Risiko kredit berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,56 persen. Sementara itu, rasio Non Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan stabil pada level 2,71 persen.

    Anto menambahkan pertumbuhan intermediasi didukung likuiditas perbankan yang terjaga pada level yang memadai, tercermin dari liquidity coverage ratio dan rasio alat likuit/non-core deposit masing-masing sebesar 198,53 persen dan 109,13 persen.

    "Jumlah total aset likuid perbankan yang mencapai sebesar Rp1.113 triliun pada akhir Januari 2019, dinilai berada pada level yang cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan kredit ke depan," ungkapnya.

    Pertumbuhan industri jasa keuangan juga didukung oleh permodalan yang kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan meningkat menjadi sebesar 23,58 persen pada Januari 2019. Sementara itu, Risk Based Capital (RBC) industri asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 315 persen dan 437 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan.

    "Ke depan, OJK akan terus memantau perkembangan di pasar keuangan global dan domestik, serta dampaknya terhadap terhadap sektor jasa keuangan nasional. OJK juga senantiasa memperkuat koordinasi dengan para stakeholder terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi potensi risiko di sektor jasa keuangan ke depan," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id