Rupiah Diprediksi Masih Lanjutkan Penguatan

    Nia Deviyana - 09 Januari 2020 19:47 WIB
    Rupiah Diprediksi Masih Lanjutkan Penguatan
    Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
    Jakarta: Peristiwa geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran sejak pekan lalu sempat membuat mata uang rupiah melemah. Namun, beberapa hari pada pekan ini, mata uang Garuda mulai unjuk gigi seiring meredanya konflik dan perekonomian yang mulai pulih.

    Direktur PT. Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2020.

    "Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan diperdagangkan menguat di level Rp13.800-Rp13.860 per USD," ujar Ibrahim melalui keterangan resminya, Kamis, 9 Januari 2020.

    Adapun faktor eksternal maupun internal berdampak pada penguatan rupiah. Dari faktor eksternal, optimisme pasar terjadi setelah Presiden Amerika Serikat mengatakan akan menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan ke Iran atas serangannya ke pangkalan militer AS di Irak.

    "Keputusan Trump untuk memilih sanksi daripada membalas kembali dengan serangan militer membuat pasar kembali stabil," imbuhnya.

    Dengan langkah Trump itu, fokus pasar akan beralih kembali ke ekonomi global, dengan harapan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok akan menandatangani kesepakatan perdagangan fase satu yang diagendakan pada 15 Januari 2020.

    "Investor berpikir kesepakatan itu akan menghapus salah satu ketidakpastian terbesar dan membantu mendorong pertumbuhan global tahun ini, meskipun beberapa orang berpikir bahwa pandangan itu terlalu optimistis," paparnya.

    Sementara dari faktor internal, rilis data cadangan devisa Bank Indonesia (BI) menunjukkan peningkatan hingga USD2,5 miliar pada Desember 2019, menjadi USD129,18 miliar. Angka tersebut naik dari yang sebelumnya USD126,63 miliar pada November 2019.

    "Posisi cadangan devisa pada Desember merupakan yang tertinggi di sepanjang 2019," tuturnya.

    Di samping itu, Mody’s Investors Service selaku lembaga pemeringkat internasional memberi peringkat stabil (Baa2) untuk surat utang Indonesia. Prospek diberikan dalam laporan anyar Moody's yang dirilis pada Januari 2020.

    Peringkat stabil menunjukkan kualitas surat utang Indonesia tidak mengalami perbaikan dari sebelumnya, dan tidak pula mengalami kemerosotan, namun cukup bagus untuk meningkatkan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id