Pengamat: Bank Muamalat Belum Bangkrut

    Antara - 22 November 2019 11:01 WIB
    Pengamat: Bank Muamalat Belum Bangkrut
    Gedung Bank Muamalat. FOTO: MI/ADAM DWI PUTRA
    Jakarta: Pengamat ekonomi Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko menilai Bank Muamalat masih jauh dari kebangkrutan. Pasalnya secara fundamental Bank Muamalat cukup kuat dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum menentukan status bank syariah tersebut.

    "Kalau sudah masuk fase bangkrut, baru LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) masuk, ini masih jauh dan harus dinyatakan oleh OJK," kata Prasetyantoko, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 22 November 2019, seraya menambahkan menambahkan jika mengarah bangkrut pemerintah tidak akan memberikan dana talangan tapi diupayakan sendiri oleh pemilik.

    Senada dengan Prasetyantoko, Pengamat Ekonomi dari Core Indonesia Piter Abdullah menyebutkan bahwa rasio kecukupan modal atau (CAR) juga masih positif, begitu juga operasional bank masih berjalan.

    "Coba bandingkan dengan masa krisis atau masa Bank Century, kan beda sekali atau bahkan dengan krisis 1997-1998, CAR waktu itu sudah negatif, kalau ini (Bank Muamalat) CAR masih positif," katanya.

    Persoalan utama, kata dia, terjadinya pembiayaan macet atau Non Performing Financing (NPF) yang tinggi di Bank Muamalat yang disebabkan karena manajemen risiko kurang optimal. Untuk itu, bank syariah itu membutuhkan tambahan dana untuk mengatasi NPF tersebut.

    Terkait dengan itu, Prasetyantoko mengatakan idealnya upaya penyelamatan Bank Muamalat dilakukan oleh investor asing karena investor dalam negeri memiliki keterbatasan likuiditas.

    "Bank BUMN juga punya problema mirip karena siklus ekonominya sama, sehingga tidak punya keleluasaan mereka melakukan aksi korporasi. Secara industri dan makro, ini kesempatan menarik investasi masuk ke pasar domestik," imbuhnya.

    Sebelumnya, Bank Muamalat berencana mengeluarkan right issue yang akan diserap oleh investor Al Falah konsorsium yang dibentuk salah satunya oleh Ilham Habibie yang juga Komisaris Utama Bank Muamalat, senilai sekitar Rp2 triliun.

    Rencananya, Komisi XI DPR akan mengadakan pertemuan kembali dengan OJK untuk membahas penyelamatan Bank Muamalat termasuk membahas profil investor.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id