Mentan Ingin Koperasi Pertanian Indonesia Meniru Italia

    Ilham wibowo - 21 Januari 2020 14:02 WIB
    Mentan Ingin Koperasi Pertanian Indonesia Meniru Italia
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok Kementan.
    Roma: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengharapkan koperasi pertanian di Tanah Air bisa segera bertransformasi memanfaatkan perkembangan teknologi. Modernisasi penting dilakukan untuk bisa mendorong peningkatan ekspor produk pertanian.  

    Hal itu disampaikan Syahrul saat mengunjungi koperasi pertanian terbesar di Italia, Confagricoltura. Secara khusus ia menginginkan adanya kerja sama koperasi pertanian di antara kedua negara.

    Fasilitasi akses pasar juga diharapkan memberi nilai lebih bagi ekspor sawit, kopi, dan produk rempah dari Tanah Air ke Eropa. Syahrul pun mendorong pertukaran informasi kebijakan pengembangan koperasi pertanian.

    "Sistem manajemen koperasi pertanian Italia yang mengintegrasikan seluruh aspek yang mencakup teknologi, pemenuhan standard internasional, ekonomi, sosial, dan bisnis dapat menjadi acuan bagi pengembangan koperasi Indonesia," kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 20 Januari 2020.

    Syahrul ingin sinergi koperasi dengan kegiatan ekspor juga diperkuat di masa mendatang. Pendampingan pada petani mulai dari budidaya hingga mampu menembus pasar ekspor seperti melalui pemanfaatan pendanaan, asuransi, dan negosiasi dengan komunitas pembeli di luar negeri.

    "Saat ini pemerintah Indonesia telah mempersiapkan kurang lebih Rp50 triliun rupiah KUR bagi petani dengan bunga rendah," ujarnya.

    Kementan, lanjut Syahrul, saat ini sudah mencanangkan gerakan maju dan mandiri ini melalui program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks). Selain itu, pembentukan kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) juga telah dilakukan di berbagai daerah.

    Kostratani ini dipersiapkan untuk mengelola dan pengawasan serta membuat ekosistem pertanian yang baik dengan teknologi IT dalam membantu pertanian dengan metode pengelolaan pintar.

    "Kostratani yang telah ada, nantinya harus mendorong kegiatan pemasaran, pemenuhan standar, dan membangun jaringan internasional," kata Syahrul.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id