Diskriminasi Kelapa Sawit Harus Dilawan di WTO

    Gervin Nathaniel Purba - 17 Januari 2020 18:11 WIB
    Diskriminasi Kelapa Sawit Harus Dilawan di WTO
    Penasihat Komisi Global untuk Geopolitik Transformasi Energi International Renewable Energy Agency (IRENA) Mari Elka Pangestu. Foto: Medcom.id/Gervin Purba.
    Jakarta: Uni Eropa bersikeras untuk tidak menerima bahan bakar berbasis kelapa sawit dari Indonesia. Sementara itu, produk lain yang berbasis kelapa sawit tidak dipermasalahkan.

    Penasihat Komisi Global untuk Geopolitik Transformasi Energi International Renewable Energy Agency (IRENA) Mari Elka Pangestu menyayangkan bentuk diskriminasi yang ditunjukkan Uni Eropa. Indonesia diharapkan tidak tinggal diam.

    "Biofuel berbasis kelapa sawit dilarang, tapi yang lain tidak dilarang. Itu tidak adil. Namanya diskriminasi, dari segi fairness of trade. Harus fight di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Oganization/WTO)," ujar Mari, ditemui di The Tribrata, Jalan Darmawangsa, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020.

    Mari heran dengan sorotan negatif terhadap penggunaan kelapa sawit dalam biofuel. Sementara penggunaan kelapa sawit untuk makanan dan kosmetik belum terlalu negatif.

    "Ini harus dipelajari, ke depan mau seperti apa. Menurut saya, kalau mau menggunakan kelapa sawit sebagai sektor yang dikembangkan, harus dipikirkan untuk penggunaan yang lain. Selain untuk makanan dan biofuel, mau apa lagi. Inovasi ini," ujarnya.

    Padahal, kelapa sawit tidak seburuk seperti yang dipandang Uni Eropa. Kelapa sawit, kata Mari, memberikan banyak dampak positif bagi lingkungan.

    "Paling efiisen untuk penggunaan lahan. Kalau bicara environment impact, yaitu penggunaan lahannya," kata Direktur Pelaksana, Kebijakan, dan Kemitraan Pembangunan Bank Dunia itu.

    Jika membaca tren, persaingan dunia saat ini ialah penggunaan kelapa sawit untuk makanan dan biofuel. Hanya saja, penggunaan kelapa sawit terhadap biofuel menjadi tantangan yang besar.

    "Selama menunjukkan proses sustainable, makanan oke saja. Hanya saja masalahnya di biofuel," ucapnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id