Asosiasi Pengusaha Tekstil Punya Ketua Umum Baru

    Ilham wibowo - 16 Januari 2020 09:37 WIB
    Asosiasi Pengusaha Tekstil Punya Ketua Umum Baru
    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.
    Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) periode 2020-2023 resmi dijabat Jemmy Kartiwa Sastraatmadja. Dirinya diharapkan mampu terus meningkatkan kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Tanah Air. Sektor industri ini dinilai strategis dan akan terus berlanjut menjadi prioritas yang diunggulkan Pemerintah.

    Direktur Utama PT Dhanar Mas Concern itu terpilih menggantikan Ketua Umum API periode sebelumnya yakni Ade Sudrajat setelah memenangkan proses pemilihan dalam Musyawarah Nasional XV API di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

    Jemmy yang juga Bendahara API Jawa Barat itu pun unggul atas pesaingnya dengan mengantongi 217 suara dari total 488 suara pemilih. Ia mengalahkan kandidat lain seperti Iwan Setiawan Lukminto (Bos PT Sri Rejeki Isman/Sritex), Djuno Martini, Anne Patricia (Bos PT Pan Brothers), dan Irwandy MA Rajabasa.

    Dalam kesempatan itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan industri TPT merupakan sektor yang berperan penting karena memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal ini terlihat dari pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi yang meroket paling tinggi hingga 15,08 persen pada triwulan III-2019.

    "Salah satu kelompok industri pengolahan yang dikategorikan sebagai industri strategis dan prioritas nasional sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) adalah industri TPT," kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Januari 2020.

    Menurut Agus, selama ini industri TPT juga mampu menjadi penghasil devisa yang cukup besar. Catatan tersebut tercermin dari proyeksi nilai ekspor sepanjang 2019 yang mencapai USD12,9 miliar. Bahkan, industri TPT disebut sektor padat karya, yang telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,73 juta orang.

    "Dalam dua tahun terakhir, meskipun di tengah tekanan kondisi ekonomi global, perkembangan industri TPT kita terus membaik, baik itu di pasar domestik maupun internasional," tuturnya.

    Selain itu, konsumsi TPT di pasar dalam dan luar negeri juga diyakini akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan gaya hidup. Agus mengharapkan pelaku industri TPT nasional perlu bekerja keras untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan efisiensi melalui penerapan teknologi yang lebih modern dengan ditunjang oleh sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai dengan penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0.

    "Saat ini, industri manufaktur sedang bersiap menghadapi revolusi industri 4.0, yang mengintegrasikan lini produksi di sektor industri secara online," ucapnya.

    Agus menjelaskan revolusi industri 4.0 merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, namun menjadi peluang baru. Indonesia saat ini telah bersiap menuju revolusi industri 4.0 untuk menjadi negara yang lebih maju dan ditargetkan menjadi bagian 10 besar ekonomi dunia pada 2030 sesuai target dari roadmap Making Indonesia 4.0.

    Teknologi industri 4.0 yang diterapkan pada sektor industri TPT nasional diyakini akan mempercepat peningkatan daya saing. Berdasarkan aspirasi besar Making Indonesia 4.0, yang akan diwujudkan yakni menjadikan produsen tekstil dan pakaian jadi di Tanah Air bisa masuk jajaran lima besar dunia pada 2030.

    "Penerapan industri 4.0 mengacu pada penggunaan otomatisasi, artificial intelligence, kemudian juga ada terjadinya komunikasi machine-to-machine dan human-to-machine, serta pengembangan teknologi berkelanjutan," paparnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id