Pedagang Pasar Tanah Abang Kehilangan Omzet Lebaran

    Ilham wibowo - 22 Mei 2019 12:13 WIB
    Pedagang Pasar Tanah Abang Kehilangan Omzet Lebaran
    Suasana Pasar Tanah Abang. (Ilustrasi Foto: MI/Ramdani)
    Jakarta: Kegiatan bisnis Pasar Tanah Abang dipastikan terhenti sepanjang aksi unjuk rasa menentang hasil Pemilu 2019. Para pedagang di pusat grosir busana terbesar di Asia Tenggara ini mengalami kerugian omzet cukup besar, apalagi jelang Lebaran.

    Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman mengatakan setiap tahun Pasar Tanah Abang padat pengunjung selama Ramadan. Selain warga Ibu Kota, lokasi ini juga dipilih oleh para pedang busana eceran dari berbagai daerah di Indonesia.

    "Betul kalau di Pasar Tanah Abang, mengalami kerugian besar karena dari bulan lalu tingkat pengunjung sudah meningkat drastis apalagi dari luar kota," kata Sarman kepada Medcom.id, Rabu, 22 Mei 2019.

    Meski belum bisa menyebut detail berapa besar kerugian omzet lantaran unjuk rasa, Sarman memastikan jumlahnya akan sangat besar. Pasalnya, permintaan barang di Pasar Tanah Abang meningkat hingga empat kali lipat selama Ramadan dibanding hari biasa.

    "Dari tahun ke tahun omzet mereka bisa tiga sampai empat kali lipat selama Ramadan. Pembeli banyak bukan hanya dari Jakarta tapi dari Kalimatan, Sulawesi dan Sumatra terutama produk baju muslim untuk dijual kembali di daerahnya," paparnya.

    Kondisi seperti ini pernah terjadi pada saat unjuk rasa bertema 212 pada 2016. Data Kadin DKI Jakarta menyebut sebanyak 30 ribu toko di pusat perdagangan Ibu Kota tutup dengan kerugian omzet mencapai Rp600 miliar.

    Sebanyak 75 persen dari toko tersebut yang antara lain berada di kawasan Glodok yaitu HWI, Lindeteves, Glodok Jaya, Glodok Makmur, Harco, Glodok City, dan Glodok Plaza tutup. Penutupan juga dilakukan di pusat bisnis daerah Mangga Dua serta pusat perdagangan lainnya yang berdekatan dengan pusat aksi unjuk rasa.

    Sarman memprediksi kerugian omzet bisnis di Ibu Kota kali ini bisa lebih besar. Selain memasuki momentum Lebaran, agenda unjuk rasa juga beruntun sejak 21 Mei 2019.

    "Omzet mereka hari biasa dengan hari saat ini beda. Hari ini boleh dikatakan sedang pada puncaknya dan omzet mereka sangat besar karena belanja di sana grosir dan partai besar," ungkapnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id